Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Features

Para Perempuan Penerus Semangat RA Kartini di Kediri

Menjadi Penyembuh dengan Terapi Yoga

22 April 2019, 10: 14: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

pelatih yoga wanita

AKTIF: Rina Agustina ketika melatih para peserta yang mengikuti kelas yoga di rumahnya, Jl Kampung Dalem, Kecamatan Kota Kediri (12/4). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Semangat RA Kartini memperjuangkan emansipasi kaum perempuan tak pudar hingga kini. Perjuangan pahlawan ini tetap diteruskan. Bahkan di banyak bidang sehingga setara dengan kaum pria.

Jumat pagi itu (12/4), jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Namun matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Waktu itu, halaman rumah bergaya lama di Jl Kampung Dalem Gang V/43 Kota Kediri sudah dipenuhi mobil dan sepeda motor. Ini menunjukkan sedang banyak orang di dalam.

Seperti halamannya yang ramai, suasana di dalam ruangan pun terdengar riuh. Itu dari celotehan para peserta latihan. Tidak lama kemudian suasana berubah hening ketika Rina Agustina, 46, pemilik rumah yang sekaligus instruktur, memberi aba-aba bahwa latihan dimulai.

Diatas matras yang dibawa peserta, mereka mulai menyiapkan kuda-kuda. Dengan mulainya latihan, tidak ada ingar-bingar celoteh seperti sebelumnya. Hanya terdengar suara alunan musik yang menenangkan sambil sesekali ditampali suara perempuan. “Tarik napaas...down dog, buang napas...turunkan lutut,” ujar Rina.

Pagi itu mereka sedang berlatih yoga. Ruangan dengan cermin di dinding dipenuhi oleh peserta latihan. Akibatnya, Rina hanya bisa memberi aba-aba tanpa harus mempraktikkan.

“Beruntung, kalau hari Jumat kebanyakan peserta sudah bisa semua,” terangnya.

Di rumahnya, Rina memang membuka kelas yoga untuk perempuan. Itu dimulai sejak 2014. Kelas yoganya berlangsung setiap pagi dan sore. Setiap kelas diikuti sekitar 10-15 orang. Jadwal latihannya bermacam-macam. Ada yang seminggu dua kali, seminggu tiga kali, hingga setiap hari. “Sebelum yoga, dulu saya guru senam aerobik,” imbuhnya.

Namun dengan bertambahnya usia, Rina memutuskan berganti haluan. Hal tersebut dikarenakan usianya mencapai 35 tahun. Dia merasa sudah tidak baik untuk olahraga yang terlalu menguras energi.

Meski begitu, hal tersebut tidak membuatnya meninggalkan dunia olahraga. Sekitar tahun 2000, Rina mulai mempelajari yoga. Alasannya, selain menyehatkan secara jasmani juga rohani. “Untuk belajar yoga, setiap tahun saya ikut sekolah yoga,” tutur ibu satu anak tersebut.

Karena dasarnya sejak kecil telah menekuni olahraga, untuk mempelajari yoga tidak terlalu sulit. Kala masih duduk di bangku sekolah, rupanya perempuan kelahiran tahun 1973 ini merupakan seorang atlet. Banyak olahraga dia ikuti, mulai basket hingga lari 100 meter.

Prestasi yang diraih, Rina pernah menjadi salah satu atlet yang mengharumkan Kota Kediri dalam rangka Pekan Olahraga Nasional (PON). “Saya orangnya dari dulu sangat suka olahraga,” ungkapnya.

Dengan kegiatannya, Rina mendapatkan banyak ilmu. Pada 2010, dia bersekolah di Yoga Leaf Indonesia. Lokasi sekolahnya di kota berjuluk Paris Van Java, Kota Bandung. Di sana Rina mempelajari kurikulum yang berbeda dari sekolah-sekolah yang pernah diikuti sebelumnya.

Bagi Rina, setiap sekolah yoga memiliki kurikulum berbeda. Tidak hanya itu, mulai dari filosofi, teknik gerak, histori, dan pernapasan. Rina kembali bersekolah di Markandeya Yoga School Indonesia. Bersama putrinya, Jessica Rizqiy, 21. “Kalau di sini, lebih ke teknik pernapasan,” terangnya.

Setelah bertahun-tahun belajar, Rina akhirnya memutuskan yoga terapi untuk diajarkan kepada peserta. Pada yoga terapi ini instruktur banyak memberi arahan di setiap gerakan. Pelatihan yoga sangat berguna untuk orang-orang yang mengalami banyak pikiran atau banyak penyakit. Salah satunya terapi untuk tulang, di mana mereka yang memiliki masalah skoliosis dapat diterapi dengan yoga.

Di samping kebugaran tubuh dan ketenangan batin, para yogini itu mendapatkan manfaat lain. Yakni, bertambah teman dan pergaulan. Dari situ, ’pintu-pintu rezeki’ pun semakin terbuka. Mereka yang memiliki usaha, usahanya semakin dikenal.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia