Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Menang Mutlak di 20 Kecamatan

Suara Jokowi-Ma’ruf Rata-Rata di Atas 80 Persen

20 April 2019, 14: 03: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

perhitungan ppk

REKAP RESMI: Petugas PPK Berbek melakukan rekapitulasi perolehan suara di tiap PPS, kemarin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Pasangan Jokowi-Ma’ruf menyapu bersih perolehan suara pemilihan presiden (Pilpres) di Kabupaten Nganjuk. Selain unggul di 20 kecamatan atas Prabowo-Sandi, pasangan calon presiden (capres) nomor urut 01 itu juga meraup suara rata-rata di atas 70-80 persen.

          Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk dari hitung cepat di semua tempat pemungutan suara (TPS), Jokowi-Ma’ruf meraup sebanyak 540.006 suara atau 80,36 persen. Sedangkan pasangan capres nomor urut 02 hanya meraih 131.995 suara atau 19,64 persen.

          Dari perolehan tersebut, Jokowi-Ma’ruf dominan di semua kecamatan. Di Kecamatan Sawahan, misalnya, pasangan capres tersebut meraup 88,08 persen. Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 11,92 persen. Lalu, di Kecamatan Ngetos, mereka unggul 87,27 persen.

          Selain dua kecamatan tersebut, keunggulan sampai 80 persen juga terjadi di kecamatan lain. Yakni, di Kecamatan Berbek, Loceret, Pace, Prambon, Ngronggot, Baron, Tanjunganom, dan Gondang. Adapun kecamatan lain, rata-rata menang di atas 70 persen.

          Di antaranya, di Kecamatan Jatikalen, Lengkong, Nganjuk, Bagor, Wilangan, Kertosono, dan Patianrowo. Dari 20 kecamatan, kemenangan terendah tercatat di Kecamatan Ngluyu. Di wilayah paling utara Nganjuk itu, Jokowi-Ma’ruf unggul 70,97 persen.

          Dengan hasil tersebut, Ketua Tim Kampanye Kabupaten (TKK) Jokowi-Ma’ruf di Nganjuk Puji Santoso mengatakan, berdasar real count internal kemenangan pilpres mencapai 82 persen. Perolehan tersebut merata di semua kecamatan. “Sudah final perhitungan di tim kami. Menang mutlak,” terang pria yang juga Ketua DPRD Nganjuk ini.

          Hanya saja, Puji mengaku belum mengalkulasi persentase perolehan Jokowi-Ma’ruf di masing-masing kecamatan. Karena itulah, belum diketahui penyebaran suara di 20 kecamatan.

          Terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Kabupaten (BPK) Prabowo-Sandi di Nganjuk Subiantoro mengakui kekalahan atas Jokowi-Ma’ruf. Hanya saja, dia mengklaim kekalahan Prabowo-Sandi tipis di Kabupaten Nganjuk.”Jaraknya tidak terlalu banyak,” ujar Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Nganjuk ini.

          Berapa perolehan Prabowo-Sandi di Nganjuk? Mendapat pertanyaan demikian, Subiantoro mengaku timnya masih menghitung perolehan suara dari semua TPS. “Nanti kami konfirmasi dulu ke tim,” lanjutnya.

          Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Nganjuk Yudha Harnanto mengatakan, perhitungan real count dari masing-masing tim pemenangan tidak menjadi acuan hasil pilpres. Pasalnya, hasil resmi berasal dari perhitungan manual KPUD. “Silakan masing-masing tim pemenangan menghitung. Tapi hasil resmi nanti menunggu rekapitulasi KPU,” ujarnya.

          Untuk diketahui, mulai kemarin KPUD melakukan rekapitulasi pemilihan umum (pemilu) di tingkat kecamatan. Di hari pertama, menurut Yudha ada tiga kecamatan yang direkap. Yakni, Kecamatan Berbek, Ngluyu, dan Baron. “17 kecamatan lain dimulai besok (hari ini, Red),” ungkap komisioner yang membidangi divisi hukum dan pengawasan ini.

          Di tingkat PPK, lanjut Yudha, rekapitulasi membutuhkan waktu 3-4 hari. Kecuali Tanjunganom yang dijadwalkan sampai lima hari. Sedangkan rekap di tingkat KPUD atau kabupaten, terjadwal mulai 22 April sampai 4 Mei. “Kami rencana mengambil tanggal 25 (April). Tapi jadwalnya bisa berubah. Tergantung selesainya rekap di masing-masing PPK,” tegas alumnus Universitas Negeri Jember (Unej) ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia