Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Pemilu 2019: Perolehan Suara Parpol Dibagi Bilangan Ganjil

20 April 2019, 13: 57: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

pemilu 2019

MONITORING: Komisioner KPU Kabupaten Kediri Hamdan Arfarina memantau aktivitas tim Situng di Media Center KPU Kabupaten Kediri, kemarin siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Jatah kursi untuk anggota dewan dalam pemilihan legislatif (pileg) kali ini ditentukan secara kolektif. Yaitu perolehan suara partai politik (parpol) dalam setiap daerah pemilihan (dapil) dibagi dengan bilangan ganjil. Bilangan tersebut adalah 1, 3, 5, 7 dan seterusnya.

Tidak lagi ada ketetapan per kursinya seorang calon anggota legislatif (caleg) harus mendapatkan minimal berapa banyak suara. Semua caleg dan parpol turut andil dalam menentukan besarnya jatah kursi di lembaga dewan perwakilan rakyat (DPR) yang bisa didapatkan.

Hanya saja, nantinya legislator yang berhasil mendapatkan kursi tetaplah caleg dengan perolehan suara terbanyak. Proses konversi perolehan suara menjadi kursi dewan sendiri menggunakan metode yang bernama Sainte Lague.

Simulasi Penghitungan Sainte Lague

Simulasi Penghitungan Sainte Lague (Simulasi Penghitungan Sainte Lague radarkediri.id)

“Dengan sistem ini, menurut saya konversi kursinya menjadi lebih fair,” ungkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Hamdan Arfarina kepada Jawa Pos Radar Kediri ketika ditemui di ruangan kerjanya, kemarin siang (19/4).

Dijelaskan oleh Hamdan, perolehan suara setiap parpol per dapil nanti akan dibagi dengan bilangan ganjil tersebut. Setelah dibagi dengan bilangan ganjil 1, 3, 5 dan 7, tinggal diurutkan hasil pembagian tersebut dari perolehan suara yang terbanyak.

Setelah diurutkan atau diranking, Hamdan menambahkan, tinggal dilihat pada dapil tersebut tersedia berapa kursi. Dari situ, akan diketahui jatah kursi yang akan didapatkan parpol yang bersangkutan di dapilnya.

Lebih lanjut, Hamdan mengatakan, Kabupaten Kediri dibagi dalam enam dapil. Setiap dapil memiliki jatah jumlah kursi untuk anggota DPRD yang berbeda-beda. Sedangkan total kursi di gedung DPRD Kabupaten Kediri sendiri ada sebanyak 50 kursi.

Rinciannya, untuk dapil satu dan dua dijatah kursi masing-masing sebanyak sepuluh kursi. Sementara di dapil tiga menjadi yang paling sedikit mendapatkan jatah kursi. Yaitu sebanyak enam kursi.

Kemudian, di dapil empat ada kuota sebanyak tujuh kursi. Sedangkan dapil lima ada delapan kursi dan dapil enam mempunyai jatah sembilan kursi.

“Pembagian jatah kursi per dapil ditentukan dari banyaknya jumlah pemilih yang ada di dapil tersebut. Otomatis semakin banyak jumlah pemilihnya maka kuota kursinya juga semakin banyak,” terang Hamdan.

Dapil satu, sambung komisioner penyelenggara pemilu ini, areanya berada di enam kecamatan. Itu meliputi Kecamatan Gampengrejo, Gurah, Kayenkidul, Ngasem, Pagu, dan Papar.

Sedangkan dapil dua meliputi Kecamatan Badas, Kunjang, Pare, Plemahan, dan Purwoasri. Dapil tiga meliputi Kandangan, Puncu dan Kepung. Untuk dapil empat meliputi Kecamatan Ngancar, Wates dan Plosoklaten.

Lalu, dapil lima meliputi Kecamatan Kandat, Kras, Ngadiluwih, dan Ringinrejo. Sementara dapil enam merupakan seluruh kecamatan yang berada di wilayah barat Sungai Brantas. Yakni Kecamatan Banyakan, Grogol, Mojo, Semen, dan Tarokan

Untuk diketahui, pada Pemilu 2014 penentuan jatah kursi untuk caleg memakai metode Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Sementara pada pesta demokrasi kali ini menggunakan metode Sainte Lague. Metode ini sendiri diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, menyebutkan bahwa partai politik harus memenuhi ambang batas parlemen sebanyak 4 persen dari jumlah suara. Hal ini diatur dalam pasal 414 ayat 1 UU tersebut.

Sesudah partai politik memenuhi ambang batas parlemen, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode Sainte Lague. Yaitu untuk mengonversi suara menjadi kursi di DPR.

Hal itu tertera dalam pasal 415 ayat 2. Di dalamnya menyebutkan bahwa setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7 dan seterusnya.

Simulasi Penghitungan Model Sainte Lague

Partai               Suara               Pembagi 1       Pembagi 3       Pembagi 5       Pembagi 7       Kursi

Partai A           15.000             15.000 (3)       5.000 (8)          3.000               2.143               2

Partai B           10.000             10.000 (5)        3.333 (12)        2.000               1.429               2

Partai C           35.000             35.000 (1)        11.667 (4)        7.000 (7)          5.000 (10)        4

Partai D           25.000             25.000 (2)        8.333 (6)          5.000 (9)          3.571   (11)      4

(Catatan: dengan jatah 12 kursi)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia