Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Events

Umat Nasrani Ikuti Prosesi Jalan Salib di Gereja Puhsarang

Merenungkan Lagi Kisah Sengsara Isa

20 April 2019, 13: 51: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

gereja puhsarang

KHIDMAT: Jemaat sedang mengikuti prosesi Jalan Salib dalam area Gereja Goa Maria Lourdess di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, kemarin (19/4). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Ratusan umat Nasrani memanjatkan doa dan Via Crucis atau jalan salib, kemarin. Kegiatan ibadah itu dikenal pula dengan sebutan Via Dolorosa atau Jalan Penderitaan. Acara keagamaan itu berlangsung dengan khidmat.

Lokasinya berada di area Gereja Goa Maria Lourdess di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Dimulai kemarin (19/4) sekitar pukul 07.00,  jemaat yang semula berkumpul di gereja langsung menuju ke tiruan Bukit Golgota yang terletak satu kompleks dengan Gua Maria Lourdess.

Bersama dengan lima misdinar (asisten Misa) jemaat dipandu mengelilingi stasi atau tempat pemberhentian Yesus. Di setiap stasi itu, ada patung-patung yang mengambarkan proses penyaliban. Di sana digambarkan saat Yesus dijatuhi hukuman mati, memanggul salib, hingga wafat di tiang salib dan dimakamkan. Semua mencerminkan penderitaan yang harus dijalaninya demi menyelamatkan umat manusia.

gereja puhsarang

BERSAMA: Jemaat saat mengikuti prosesi. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Para jemaat memanjatkan doa lalu melanjutkan ke stasi-stasi lain. Total ada 14 stasi dari seluruh rangkaian perjalanan itu. “Dalam rangkaian peringatan Paskah ini, jemaat merenungkan kembali kisah sengsara Isa Almasih. Terutama ketika harus menebus manusia dari dosa-dosa,” terang Katekese Danial Parwoto.

Jemaat tidak hanya terlihat khusyuk, terenyuh oleh pengorbanan Yesus. Bahkan mereka terlarut dan ada beberapa yang menitikkan air mata. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di lokasi peribadatan terlihat jemaat yang datang tak hanya dari Kediri. Namun terdapat pula beberapa jemaat yang bersal dari luar kota.

Ketika pada stasi XI, adegan Yesus disalibkan tiba-tiba lilin yang berada di tongkat bernama ting sempat padam. Namun dengan sigap, misdinar kembali menyalakan lilin itu kembali. Meski sempat ada kejadian itu, namun tidak menganggu jalannya ibadah.

Di dalam kisah tersebut, Yesus sempat terjatuh sebanyak tiga kali. Namun terus bangkit demi misi untuk penyelamatan manusia. “Dengan Paskah kali ini kami berharap umat bersemangat dan menjalani hidup sebagai manusia yang ditebus. Sehingga terus berbuat kebaikan-kebaikan,” tutur Parwoto.

Demi menebus dosa manusia, menurutnya, Yesus mengorbankan nyawanya sendiri. Sehingga untuk meneladani kisah Yesus ini, jemaat harus berusaha melakukan kebaikan-kebaikan agar bermanfaat bagi umat manusia.

“Dengan mengikuti jalan salib ini, kita diajak merenung dan berdoa. Semoga kami bisa melakukan kebaikan seperti Yesus,” tutur lak-laki yang merupakan Katekese tersebut.

Parwoto berharap, dengan jalan salib ini umat Nasrani juga bisa meneladani. Yakni rela berkorban demi sesama. Pengorbanan yang dimaksud adalah lebih pada membuat orang senang dibanding disenangkan orang lain.

Selain itu, Parwoto menjelaskan, rangkaian peringatan Paskah di Gereja Puhsarang sudah dimulai sejak seminggu lalu. Namun yang paling besar digelar pada tri hari suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah. ”Untuk kebangkitan Yesus pada hari Minggu,” terangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia