Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Irigasi Terganggu, Belasan Hektare Padi Terendam Air

Petani Khawatir Gagal Panen

20 April 2019, 13: 48: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

gagal panen

PENUH LUMUT: Bohirin, petani di Desa Tanjungkalang, Ngronggot, menunjukkan tanah di sawahnya yang penuh lumut setelah tanaman padinya terendam air seminggu. (Rekian - radarkediri.id)

NGANJUK-Hujan deras yang terjadi selama dua hari berturut-turut minggu lalu, membuat belasan hektare padi di Desa Tanjungkalang, Ngronggot terendam air bah. Selama seminggu terakhir, air yang menggenangi padi itu belum surut. Akibatnya, sebagian padi yang baru ditanam itu pun mati.

Bohirin, 52, petani setempat mengungkapkan, air di sawahnya tak surut karena genangan air hujan tidak bisa mengalir ke luar dengan sempurna. “Ini pembuangannya macet. Sudah satu minggu airnya tetap tinggi,” keluhnya.

Akibat genangan di sawahnya itu, tidak sedikit tanaman padinya yang mati dan membusuk. Tidak hanya itu, genangan air membuat sawahnya kini ditumbuhi lumut. “Air yang berlumut berpengaruh terhadap pertumbuhan padi,” lanjutnya sembari mengambil sebagian tanah yang berlumut.

          Pria tua itu mengungkapkan, keberadaan lumut di sana membuat pertumbuhan padi jadi lambat. Dia mencontohkan, tanamannya yang berusia 20 hari masih terlihat seperti padi yang berusia satu minggu. “Takutnya ini nanti berpengaruh dengan hasil panen, kualitasnya jadi jelek,” terangnya.

          Apa yang dilakukan Bohirin untuk menyelamatkan tanamannya? Ditanya demikian, dia bersama para petani mengaku membiarkan begitu saja padi yang terendam air.

          Adapun padi yang relatif masih hidup dan bisa diselamatkan, langsung dipupuk. “Saya memberi pupuk pencegah hama dan pupuk pertumbuhan daun,” tandasnya sembari menyebut pupuk pertumbuhan daun sengaja dipakai karena pertumbuhan padinya lambat.

          Bohirin bersyukur karena saat ini harga pupuk tidak melonjak tinggi. Sehingga, dia bersama para petani lainnya tidak mengalami kesulitan.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto yang dikonfirmasi tentang keluhan petani di Desa Tanjungkalang, Ngrongot mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya genangan air di areal persawahan Desa Tanjungkalang, Ngronggot  itu sebagai bencana atau bukan. “Kami akan melakukan pengecekan,” ungkapnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia