Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Events

Wariskan Harta untuk Anak Angkat

20 April 2019, 13: 37: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Jumat Radar Kediri

Dialog Jumat Radar Kediri

Orang tua yang sebelum meninggal berwasiat mewariskan harta kepada anak angkatnya, bagaimana hukumnya menurut Islam? Wajibkah dituruti, sementara ia mempunyai anak kandung. Mohon penjelasan, terima kasih.

( Musa, 085239821xxx)

Dalam kasus ini, maka tindakan orang tua sebelum meninggal yang mewasiatkan supaya anak angkatnya juga mendapat bagian dari harta peninggalannya (warisan) disebut perbuatan wasiat, bukan perbuatan mewariskan. Dengan demikian, penyelesaiannya harus mengikuti aturan wasiat. Sebagaimana diketahui, anak angkat memang tidak memiliki hak waris terhadap harta peninggalan orang tua angkatnya. Justru karena inilah maka orang tua menempuh upaya hukum dalam bentuk wasiat (berwasiat).

Selain itu, perlu diingat bahwa kewajiban ahli waris terhadap harta peninggalan wa>ris (وارث/ orang yang meninggalkan harta pusaka) selainkan menggunakannya untuk keperluan pengurusan jenazah dan pembayaran hutangnya adalah penunaian wasiatnya. Baru kemudian dibagikan kepada semua ahli waris yang memang berhak. Bahkan berwasiat dalam konteks Islam sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki harta yang cukup banyak. Sebagaimana dalam QS Al-Baqarah: 180 yang artinya “Diwajibkan atasmu, apabila seorang di antara kamu mendapatkan (tanda-tanda) kematian, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”.

Adapun batasan kadar harta yang boleh (sunnah) diwasiatkan didasarkan pada hadis Nabi SAW dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA. Ia bertanya: “Wahai Rasulullah, aku berwasiat dengan semua hartaku?” Beliau menjawab: “Tidak boleh.” Ia tanyakan lagi: “Separuhnya?”, Beliau menjawab: “Tidak boleh.” Lalu ia  tanyakan lagi: “Sepertiganya?”, Beliau menjawab: “Ya, sepertiga, dan sepertiga itu banyak, sebab jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik dari pada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mereka meminta-minta pada orang lain”. Pada saat itu Sa’ad tidak mempunyai pewaris kecuali seorang anak perempuan.

Sebaliknya, Islam tidak memperbolehkan berwasiat kepada ahli waris. Jadi, dalam hal ini wasiat orang tua supaya juga membagi hartanya kepada anak angkat wajib dilaksanakan atau dituruti. Demikian, semoga bermanfaat. Wa Allah a’lam. (Ditulis oleh Dr Ulin Na’mah, MHI, Dosen Ahwal al-Syakhsiyah Fakultas Syari’ah IAIN Kediri)

 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia