Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Di Nganjuk, Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul Sementara dari Prabowo-Sandi

Temukan Surat Suara Bolong di Desa Sukorejo

18 April 2019, 20: 16: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilpres Nganjuk

Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo (Nakula Agie - radarkediri.id)

NGANJUK – Jokowi berpeluang memenangkan kembali pemilihan presiden (pilpres) di Kabupaten Nganjuk. Dari hasil perhitungan sementara, calon presiden (capres) yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin itu unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sampai di atas 60 persen. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk di lapangan, dari 1.018 tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah dilaporkan, Jokowi-Ma’ruf meraup sebanyak 148.045 suara atau 79,58 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendulang 37.988 suara atau 20,42 persen. Adapun di Pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla unggul 61,84 persen dibanding Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mendapat 232.506 suara atau 38,15 persen. Atas hasil tersebut, Penasihat Tim Kampanye Kabupaten (TKK) Jokowi- Ma’ruf di Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengakui kemenangan di pilpres. Hasil sementara di sejumlah TPS juga tidak terpaut jauh dari angka 70 persen. “Kami yakin (Jokowi-Ma’ruf ) menang di Nganjuk,” ujar pria yang juga anggota DPRD Nganjuk itu.

Bahkan, dari hitung cepat, diakui Tatit, hasilnya melampaui target yang ditetapkan TKK. Dia menyebut, target kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Nganjuk sekitar 70-75 persen. “Sekarang sudah lebih dari 75 persen,” lanjut pria yang juga ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Dengan quick count tersebut, Tatit menyakini real count di KPUD nanti tidak jauh berbeda. Karena itulah, saat ini fokus mereka adalah mengawal suara di masing-masing TPS. “Kami harus kawal sampai di KPU,” terangnya.

Berdasar pantauan timnya, Tatit melanjutkan, Jokowi-Ma’ruf unggul di semua kecamatan. Mayoritas pemilihnya adalah masyarakat di daerah pinggiran Nganjuk. Di Kecamatan Bagor, tempat tinggalnya, Jokowi unggul sampai 72 persen.

Sementara itu, meski kalah di hitung cepat, Wakil Ketua Badan Pemenangan Kabupaten (BPK) Prabowo-Sandi di Nganjuk Subiantoro mengklaim, pasangan capres nomor urut 02 itu unggul lebih dari 50 persen. “Dari hitungan kami, hampir 60 persen,” ungkap pria yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Nganjuk ini.

Hanya saja, Subiantoro mengaku belum bisa merinci kemenangan di masing-masing kecamatan. Yang pasti, pihaknya optimistis Prabowo-Sandi menang di Kabupaten Nganjuk. “Hasil akhirnya nanti kita serahkan kepada Allah,” lanjutnya.

Sementara untuk hasil pemilihan legislatif (pileg), sampai berita ditulis, perhitungan masih dilakukan di TPS-TPS. Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Raditya Haria Yuangga mengatakan, dari 1.200 suara di 50 TPS, partainya baru mendapatkan 1 kursi. “Ini belum selesai.” Kata pria yang akrab disapa Angga ini.

Dia mengatakan tetap optimistis Partai Hanura bisa mendapat lebih dari 1 kursi. Sebab, suara yang merupakan basis massa partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) itu belum semuanya direkap. Nada optimisme juga diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Sampai pukul 20.00, suara yang masuk baru separo. Meski demikian, Tatit mengklaim, di daerah pemilihan (dapil) 1 (Rejoso, Nganjuk, Bagor,Wilangan), partainya bisa

mendapat 3 kursi. “Tadi unggul di setiap TPS,” bebernya. Adapun Ketua DPC Partai Demokrat Nganjuk Fauzi Irwana mengaku masih menunggu perhitungan di TPS. Karena itulah, hasilnya belum bisa diketahui. “Nanti kalau sudah banyak yang masuk, kami sampaikan,” jelas Fauzi yang optimistis bisa mendapat sampai 6 kursi.

Untuk diketahui, Pemilu di Kabupaten Nganjuk terdiri dari 3.658 TPS. Bupati Novi Rahman Hidhayat kemarin mencoblos di TPS 13 Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Adapun Wakil Bupati Marhaen Djumadi mencoblos di Sidoarjo. Bupati Novi yang datang sekitar pukul 10.00, didampingi Yuni Rahman Hidhayat, sang istri. Mereka disambut antusias warga yang ingin bersalaman dan berfoto.

Jika suasana pencoblosan berlangsung kondusif, saat penghitungan suara sekitar pukul 15.00 kemarin, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dikejutkan dengan penemuan surat suara DPR RI yang bolong dengan diameter lubang sekitar 15 sentimeter. Petugas yang menemukan keganjilan dalam surat suara itu pun tak bisa menahan tawa. Lubang berbentuk kotak ini dipastikan bukan akibat kerusakan suara sejak awal. Melainkan, sengaja dirusak oleh pemilih saat mencoblos. “Langsung kami sisihkan dan dinyatakan tidak sah,” ujar salah satu anggota KPPS.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia