Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Features
Ria Ari Ariastuti

Siswi SMK PGRI 2 Kota Kediri, Raih Juara 2 News Reading Provinsi Jatim

Pembina Gembleng Berbagai Materi

18 April 2019, 19: 46: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

smk grida kediri

MEMBANGGAKAN: Ria Ari Ariastuti diapit Kepala SMK Grida Kota Kediri Drs H Harun MM (kiri) dan Jodi Cahyo Wibowo MPd menunjukkan piala. (Bagus Romadhon - radarkediri.id)

Kegigihannya patut diacungi jempol. Baru setahun mempelajari berbagai lomba bahasa Inggris, Ria Ari Ariastuti mampu meraih juara 2 kategori News Reading di English Club Competition tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun perjuangannya tidak semudah dibayangkan. Bagaimana ceritanya?

BAGUS ROMADHON

Perawakannya tak terlalu besar. Wajahnya manis tertutup jilbab putih dengan seragam putih abu-abu. Di balik perawakannya yang mungil, tersimpan semangat dan kemampuan besar.

Namanya Ria Ari Ariastuti, siswa kelas 10 jurusan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 (Grida) Kota Kediri. Ia baru saja mengikuti perlombaan yang prestius. Apa prestasinya?

“Juara 2 News Reading tingkat Provinsi Jawa Timur,” ungkap Pembina English Club SMK Grida Kota Kediri Jodi Cahyo wibowo MPd.

Saat itu, di sampingnya memang ada Ria–sapaan Ria Ari Ariastuti. Jodi lantas menceritakan bahwa anak didiknya ini berhasil mengalahkan 30 peserta dari  berbagai daerah di Jawa Timur. Perlombaan diadakan Minggu (14/4) di SMKN 2 Singosari, Malang.

Lomba bahasa Inggris memang membutuhkan persiapan panjang. Terutama untuk menyiapkan materi atau menghafalkan materi seperti debat atau pidato. Namun berbeda dengan lomba news reading, siswa dituntut harus paham teknik membaca sebuah berita di hadapan kamera.

“Anak-anak harus paham artikulisasi bicaranya, mimik wajah, hingga intonasi,” tambah pembina yang juga wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kesiswaan tersebut.

Jodi mengungkapkan, persiapan yang dilakukan tergolong mepet. Untuk menyiasatinya, ia bahkan mengajak anak-anak untuk dikarantina. “Kami karantina agar lebih fokus menjelang lomba,” jelasnya.

Karantina diadakan di sekolah. Ria tak sendiri. Ada 4 siswa lain yang juga mengikuti lomba ini. Selama dua hari Jodi menggembleng mereka dengan berbagai materi. Selain itu, dengan karintina siswa mendapatkan rasa kekeluargaan dalam satu klub.

Bukan hanya sesama siswa, bahkan orangtuanya. Sampai-sampai mereka kompak membawakan makanan anak-anaknya ketika dikarantina di sekolah. Menurut Ria, perlombaan ini memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana tidak? Siswa kelahiran Solo, 16 Januari 2013, ini sudah mengikuti berbagai lomba bahasa Inggris dari berbagai tingkat. Namun hasilnya nihil. “Jadi saya di lomba ini semakin termotivasi,”  jelasnya.

Selain itu, news reading juga baru saja diikutinya. Jangan dibayangkan, jika Ria sudah mengenal lomba-lomba itu sejak SMP. Ia baru mengenalnya ketika masuk di SMK Grida Kota Kediri. “Ini tahun pertama saya mendalami bahasa Inggris,” ungkapnya.

Kemampuan pembina pun terbukti ampuh untuk mengangkat secara drastis kemampuan siswa. “Yang penting mereka mau berusaha dengan keras,” kata Jodi.  Ia menambahkan, dengan motode kedisiplinan, anak-anak akan lebih menghargai apapun yang didapatkannya. Termasuk tentang materi bahasa Inggris.

Ria sendiri mendapatkan urutan ke-17 dalam lomba yang diadakan seharian penuh itu. Datang pagi, gadis alumnus SMPN 1 Jumanton, Solo ini harus menunggu hingga sore. Setiap peserta harus membaca berita selama 5 menit. Terdiri dari opening, tiga berita, dan closing.

Yang menarik, materi perlombaan baru diberikan panitia menjelang peserta tampil. Dengan persiapan yang singkat itu, Ria terus memahami berbagai materi berita yang sudah diberikan. Saat itu dia mendapatkan materi tentang demokrasi dan ekonomi. Layaknya pembaca berita profesional, Ria begitu menikmati hal tersebut. “Saya cukup rileks saat perlombaan, mungkin karena sudah terbiasa berlatih,” terangnya

Hasilnya pun memuaskan. Ria berhasil menjadi terbaik kedua di lomba yang diikuti oleh sejumlah klub bahasa Inggris terbaik di Jawa Timur. Di antaranya Pasuruan, Trengalek, dan Kediri “Tentu senang Mas, akhirnya juara setelah 4 kali mencoba,” urainya.

Prestasi ini pun disambut positif oleh keluarga besar SMK Grida Kota kediri. Termasuk Drs H Harun MM, Kepala SMK Grida Kota Kediri. Harun menjelaskan, para siswa di SMK Grida Kota Kediri difasilitasi untuk mengembangkan bakatnya. Tak hanya itu, fasilitas-fasilitas yang diberikan pun sangat mumpuni. Sehingga anak-anak lebih termotivasi meraih prestasi. “Karena prestasi anak itu juga merupakan prestasi sekolah,” jelasnya lantas tersenyum.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia