Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jokowi-Ma’ruf Amin Unggul Telak di Kota dan Kabupaten Kediri

18 April 2019, 19: 29: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

bupati kediri pemilu 2019

SALURKAN HAK: Bupati Kediri Haryanti sesaat sebelum memasukkan surat suara ke kotak usai mencoblos di TPS 11 Desa Sukorejo, Ngasem, Kabupaten Kediri kemarin. Di belakangnya adalah suami sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Perolehan suara pasangan calon presiden – wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo – Ma’ruf Amin jauh mengungguli lawannya, Prabowo – Sandiaga Salahuddin Uno. Baik di kota maupun kabupaten, pasangan petahana itu bisa dibilang unggul telak. Bahkan melampui perolehan Jokowi di pemilu sebelumnya, 2014.

Data sementara dari Desk Pemilu Kabupaten Kediri hingga pukul 19.00 WIB tadi malam, memang baru 56,83 persen suara yang masuk. Suara itu berasal dari 3.901 TPS dari total 5.512 TPS. Atau 70,77 persen dari keseluruhan TPS. Dari jumlah suara itu, Jokowi-Ma’ruf meraih 82 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandi mendapat 18 persen. Padahal, pada 2014 Jokowi kala itu ‘hanya’ meraih 62 persen.

Memang, data itu bukan merupakan data resmi dari KPU Kabupaten. Sebab, proses real count masih berlanjut. Pihak KPU juga belum merilis secara resmi perolehan suara tersebut. Namun, kemungkinan besar penghitungan yang akan muncul tak akan berbeda jauh dengan hasil penghitungan yang dilakukan desk pemilu.

Perolehan suara

Perolehan Pilpres Kediri (Radar Kediri)

“Ini hanya untuk internal, hasil yang akurat dan pasti hanya yang dikeluarkan dari KPU,” tegas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri Mujahid.

“Kami menggunakan aplikasi untuk desk pemilu ini dan sudah berjalan sejak pileg dan pilpres 2014,” beber Mujahid. Prosesnya sudah dimulai sejak di TPS, yang datanya langsung dikirim ke sekretariat  desk pemilu yaitu kesbangpol.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Krisna Setiawan menerangkan bahwa hasil di desk pemilu ini dilakukan untuk monitoring hasil perhitungan suara sementara. Meski hasilnya sebenarnya untuk internal.

“Hasil ini kami gunakan untuk laporan sementara ke bupati, gubernur, hingga kementerian dalam negeri,” terangnya.

Menanggapi hasil itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri Sutrisno mengaku sudah yakin dengan kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Sebagai partai utama pengusung paslon 01 tersebut target cukup tinggi telah ditetapkan dalam Pemilu kali ini. “Insya Allah paling tidak 70 persen untuk pilpres,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri Arief Junaidi mengaku tetap optimistis terhadap target yang telah ditetapkan. Pihaknya sendiri mengaku memasang target suara sebanyak sekitar 400-an ribu suara. “Harus yakin dan optimistis sesuai target dan menang,” ungkap Arief. Terkait perolehan suara, pihaknya meminta untuk sabar menunggu terlebih dahulu.

Sementara itu, Bupati Haryanti Sutrisno kemarin nyoblos di TPS 11 Desa Sukorejo, Ngasem. Lokasi TPS itu di sebelah rumah pribadi bupati. Sebagian TPS menggunakan garasi milik Sudarmanto, ketua RT 01 RW 06 yang juga ketua KPPS.

Datang sekitar pukul 7.30 WIB Bupati Haryanti menjadi pemilih pertama yang menyalurkan suaranya di TPS tersebut. Haryanti terlihat memerlukan waktu beberapa saat di bilik suara. Setelah itu dia menuju kotak dan memasukkan kelima jenis suara yang ada. Sedangkan suaminya, yang juga mantan bupati, Sutrisno, mengekor di belakangnya.

“Semoga pemilu kali ini berjalan dengan lancar tanpa ada temuan (pelanggaran) apapun. Untuk masyarakat sendiri juga harus tetap menjaga kerukunan dan persaudaraannya,” pesan Bupati Haryanti saat dimintai komentar usai mencoblos.

Ada yang menarik saat Bupati Haryanti mencelupkan salah satu jarinya ke tempat tinta. Yang dia celupkan bukan kelingking melainkan jempol tangan kanan. Karena itulah ketika dia diminta menunjukkan bukti telah mencoblos sang bupati langsung menunjukkan jempolnya.

Usai mencoblos di TPS tersebut bupati langsung melakukan sidak di beberapa TPS. Tak sendiri, ada Kapolres Kediri AKBP Roni Saiful Faisal Faton, Ketua KPU Sapta Andaruisworo, dan Ketua Bawaslu Saidatul Umah ada di rombongan tersebut. Mereka mendatangi TPS 02 dan 03 di Desa Turus, Gurah.

Dalam pandangan Haryanti, tingkat partisipasi dalam pemilu kali ini meningkat. Selain itu pelaksanaannya juga berlangsung aman. Tidak terjadi kendala yang berarti. “Antusiasme masyarakat tinggi. Tingkat partisipasi masyarakat di beberapa TPS juga menunjukkan tren yang positif,” pujinya.

Di TPS tempat bupati nyoblos tersebut paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pemenangnya. Jokowi-Ma’ruf mendapatkan suara 102. Sedangkan lawannya, Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh 74 suara. Ada tiga suara tidak sah di TPS ini

Sedangkan di Kota Kediri, wali kota terpilih Abdullah Abu Bakar menyalurkan hak suaranya di TPS 01 Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Sementara, Plh Wali Kota Budwi Sunu melakukannya di TPS 34, Perumahan Candra Kirana, Kelurahan Bandarlor, Mojoroto.

Abu ke TPS bersama dengan istrinya, Ferry Silviana. Keduanya mengenakan batik dengan motif sama. Berjalan kaki dari rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari TPS, Abu datang sekitar pukul 09.00. Keduanya disambut oleh petugas TPS dan warga yang lebih dulu ada. Setelah melakukan pendaftaran Abu dan istri mengantre menunggu giliran.

“Bagi calon yang terpilih nanti, hal ini merupakan amanah yang harus diemban. Tentunya ekspektasi masyarakat bagi perubahan itu sangat besar dan tinggi sekali,” katanya.

Abu berharap mereka yang terpilih, khususnya di DPRD Kota Kediri,  harus bisa bekerja lebih baik dan lebih keras lagi. Sebab, masyarakat dinilai menginginkan perubahan yang luar biasa. Terutama Kota Kediri di mana masyarakat menginginkan lebih maju lagi. “Masyarakat ingin lebih sejahtera, pendidikan, kesehatan dan pelayanan-pelayanan harus lebih bagus. Sehingga dengan keinginan ini jangan hanya banyak bicara tetapi harus lebih banyak bekerja,” paparnya.

Untuk euforia Pemilu 2019 ini menurut Mas Abu sangat luar biasa sekali. Masyarakat sudah teredukasi dengan baik. Terutama anak-anak muda yang cukup antusias dalam keikutsertaan mereka menyukseskan pemilu. “Seperti kita lihat di media sosial, mulai banyak anak-anak muda yang saling mengingatkan untuk nyoblos. Jadi semakin baguslah, euforianya tinggi,” ujarnya.

Di TPS tempat Mas Abu nyoblos, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan 131 suara. Untuk pasangan Prabowo-Sandi mendapat 36 suara.

Ditempat terpisah, Plh Walikota Budwi Sunu menyempatkan untuk melakukan pencoblosan di TPS 34 Kelurahan Bandarlor sebagai pindah pilih. Di TPS tersebut Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat suara 87 sementara Prabowo-Sandi 64 suara.

Selanjutnya Budwi melaksanakan sidak Pemilu ke sejumlah TPS terutama Pondok Pesantren yang terkonsentrasi DPTb. Sidak tersebut dilakukan bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Martini, Dandim 0809/CPYJ Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno serta ditemani Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur.

“Mudah-mudahan di Kota Kediri, hak pilihnya bisa dipakai semua. Semaksimal mungkin jangan sampai ada yang golput,” ujarnya. Dia berharap bahwa tingkat partisipasi pada pemilu kali ini bisa meningkat dari sebelumnya. Meski tidak bisa 100 persen. Yang jelas harapannya bisa mendekati pencapaian 90 persen.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi mengatakan hingga saat ini pengamanan TPS berjalan aman dan kondusif. “Kami dari aparat keamanan ingin memberikan jaminan kepada seluruh warga negara yang menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Budwi Sunu melakukan sidak di sejumlah TPS di antaranya TPS 18 Kelurahan Bandarlor, TPS 45 dan TPS 46 Kelurahan Mojoroto yang berada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA, TPS 26 hingga TPS 33 Kelurahan Lirboyo yang berada di Pondok Lirboyo.

TPS lainnya yakni TPS 13 Kelurahan Semampir, TPS 19 Kelurahan Ngadirejo, TPS 25 dan 26 Kelurahan Burengan yang berada di Ponpes Wali Barokah, TPS 14, 15 dan 32 Kelurahan Banjaran, TPS 3 Kelurahan Banaran dan TPS 1 Kelurahan Pakunden.

Sementara, Wakil Bupati Masykuri bersama dengan keluarga menyalurkan hak pilihnya di TPS 013 di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. “Saya berharap sebagai warga negara, menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan,” ujar Masykuri.

Di TPS tempat Masykuri nyoblos, paslon nomor 01 mendapatlan 129 suara. Sedangka paslon 01 Prabowo-Sandi mendapatkan 69 suara. Dengan dua suara tidak sah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia