Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Lahar Dingin Terjang Kali Ngobo, 12 Truk Terjebak

18 April 2019, 19: 18: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

lahar dingin sungai ngobo

TERJEBAK: Salah satu truk yang terguling di Kali Ngobo. (BPBD Kabupaten Kediri for radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Dua belas truk angkle telah berhasil dievakuasi dari Sungai Ngobo, Plosoklaten. Sebelumnya, belasan truk tersebut sempat terjebak terjangan lahar dingin, Selasa kemarin (16/4).

Evakuasi itu sendiri dilakukan secara kolektif oleh Paguyuban Truk Penambang yang ada di sana. Meskipun begitu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri tetap melakukan monitoring di sana.

“Evakuasinya sendiri baru bisa selesai pada Selasa (16/4) malam. Sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira kepada Jawa Pos Radar Kediri melalui pesan singkat WhatsApp kemarin siang.

Lebih lanjut, proses evakuasi sendiri dilaksanakan mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Evakuasinya tersebut berhasil diselesaikan dengan memakan waktu sekitar 3,5 jam. Lamanya waktu evakuasi sendiri karena kondisi bekas terjangan lahar dingin tersebut.

Selain adanya satu truk angkle dengan nomor polisi AE 8161 UE yang terguling akibat terjangan lahar dingin tersebut. Proses evakuasi truk itulah yang relatif banyak memakan waktu.

Proses evakuasi truk yang terguling itu juga dilakukan dengan alat seadanya. Untuk mengembalikan truk yang terguling, pihak paguyuban melakukannya dengan ditarik oleh truk lainnya. “Sebelas truk lainnya tidak apa-apa. Masih bisa berjalan dengan normal,” terang Randy.

Setelah selesai dilakukan evakuasi sendiri, pihaknya menyatakan bahwa penambangan pasir tersebut sudah normal. Hanya saja sumber dari koran ini menyatakan bahwa untuk sementara penambangan tersebut masih libur.

Sementara itu, dijelaskan oleh Randy bahwa laharan tersebut terjadi akibat adanya guyuran hujan deras di wilayah tersebut. Hujan deras di kawasan gunung Kelud itu sendiri terjadi hampir merata dengan durasi sekitar dua jam. Alhasil, lahar pun menerjang wilayah di bawahnya.

Seperti yang diketahui, sungai tersebut memang menjadi jalur laharan Kelud. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, beberapa truk mengalami kerusakan pada kendaraannya tersebut.

Terjangan lahar dingin itu sendiri bermula pada Selasa (16/4) siang sekitar pukul 14.15 WIB. Kala itu, 12 truk yang berada di sana pun sejatinya sedang terisi muatan pasir. “Sebelum sampai naik ke atas, mereka sudah diterjang aliran lahar hujan dan akhirnya terjebak. Sehingga ada satu truk yang terguling tersebut,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia