Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Budi Hartanto:  Polisi Gelar Reka Ulang di Tiga TKP

18 April 2019, 19: 09: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

tkp pembunuhan budi

TEMPAT EKSEKUSI: Rumah sekaligus warung yang dikontrak tersangka Aris Sugianto masih diberi garis polisi. Di sini Budi Hartanto dimutilasi. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Penyidik Polda Jatim terus mendalami kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Budi Hartanto, 28, guru honorer  asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto. Selain memeriksa dua tersangka, Aris Sugianto, 34, dan Aziz Prakoso, 23, mereka juga akan menggelar rekonstruksi.

“Yang pasti (rekonstruksi, Red) akan dilakukan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera kepada Jawa Pos Radar Kediri ketika dikonfirmasi kemarin.

          Rencananya, reka ulang kasus pembunuhan sadis bujangan yang juga pelatih tari itu akan dilakukan di tiga tempat kejadian perkara (TKP). Yakni di lokasi Aris berhubungan intim dengan Budi yang sekaligus jadi tempat eksekusi. Itu di rumah kontrakan Aris di Jl Surya, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo.

          Kedua, di tempat pembuangan jasad Budi tanpa kepala yang dimasukkan dalam koper. Tepatnya di bawah jembatan Sungai Temas Lama, Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.

          Ketiga, di lokasi kepala Budi dibuang. Tempatnya berada di Sungai Gladak, Desa Bleber, Kecamatan Kras. Kepala guru SDN Banjramlati II Kediri yang termutilasi tersebut ditemukan tersangkut di rumpun bambu pinggir sungai.

Mutilasi Budi Hartanto

Mutilasi Budi Hartanto

          Lantas kapan reka ulang akan dilaksanakan? Menanggapi hal ini, Barung mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan. Namun, ia memastikan tim Polda Jatim akan melaksanakan olah TKP. “Untuk waktunya, kami masih belum tentukan,” katanya kepada koran ini.

Persiapan gelar rekonstruksi ini, menurut Barung, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di wilayah hukum setempat. Selain di Polres Kediri juga Polres Blitar Kota. Dia juga menjelasakan bahwa hal tersebut akan dilakukan setelah pelaksanaan pemilu serentak, 17 April  2019 ini.

Koordinasi dilakukan di wilayah hukum yang berbeda karena dalam perkara ini memang terjadi di TKP yang ada di Kediri dan Blitar. Untuk lokasi pembunuhan, Barung mengungkapkan, terjadi di warung AS (Aris Sugianto) di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Setelah itu, TKP pembuangan jasad dan kepala Budi terpisah dari tempat dia dihabisi. “Untuk penemuan mayat di Blitar. Sedangkan penemuan potongan kepala almarhum ditemukan di aliran sungai di Kabupaten Kediri. Tidak jauh dari lokasi pembunuhan,” paparnya.

Hingga kemarin, tersangka Aris Sugianto, asal Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dan Aziz Prakoso, warga Desa/Kecamatan Ringinrejo masih ditahan di Mapolda Jatim. Keduanya tengah menjalani proses penyidikan lebih mendalam.

Keduanya dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Karena menghilangkan nyawa orang, ancaman hukuman maksimalnya selama 15 tahun penjara. Pasal tersebut bisa saja bertambah bila penyidik menemukan bukti baru.

“Jika sudah dilakukan penyidikan mendalam dan rekonstruksi, bisa saja pasal berubah, atau tetap pada pasal pertama yang dikenakan kepada mereka,” terang Barung.

Untuk diketahui, Aris dan Aziz disangka melakukan pembunuhan dan memutilasi kepala Budi. Motifnya, asmara sesama jenis. Peristiwanya terjadi pada Selasa (2/4) malam. Saat itu, Budi datang ke rumah kontrakan Aris yang sekaligus jadi warung nasi goreng di Jl Surya, Desa Sambi, Ringinrejo.

Di sana keduanya sempat berhubungan intim. Namun, ujungnya Budi marah lantaran Aris menolak membayar. Dia tidak mau memberikan uang Rp 100 ribu yang diminta Budi. Puncaknya, kedua bujangan ini cekcok.

Aziz yang malam itu bertandang ke rumah Aris berusaha menenangkan Budi. Namun versi Aziz, saat ditenangkan Budi malah tambah marah dan menamparnya. Tidak terima, Aziz balik memukul Budi hingga tersungkur.

Merasa terancam, Budi mengambil parang yang berada di warung. Namun, Aziz bisa merebutnya. Dia langsung menyabetkannya ke leher dan punggung Budi. Saat pertikaian itu, Aris memegangi dan membekap Budi agar tidak membuat gaduh. Pada akhirnya Budi meninggal. Untuk menghilangkan jejak, Aris dan Budi memutilasi kepalanya. Selanjutnya, jasad dimasukkan koper. Sedangkan kepala dibungkus karung. Kemudian jasad dan kepala itu dibuang di lokasi terpisah.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia