Kamis, 23 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak

17 April 2019, 14: 38: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Surat Suara

CEGAH PENYALAHGUNAAN: Ketua KPUD Nganjuk M. Agus Rahman Hakim (kanan) membakar ribuan surat suara rusak yang sudah dimasukkan ke dalam tong bersama Anggota KPUD Nganjuk Kustoyo (kiri) dan Anggota Bawaslu Nganjuk Abd Syukur Junaedi (tengah). (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Sementara itu, KPUD Kabupaten Nganjuk memusnahkan ribuan surat suara rusak dengan cara dibakar, kemarin.  Pemusnahan tersebut untuk mencegah suara suara pemilu disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Pembakaran dilakukan di halaman kantor KPUD di Jl Widas, Kelurahan Begadung, Nganjuk, sekitar pukul 14.30.  Seluruh surat suara yang sebelumnya tersortir karena rusak itu dimasukkan ke tong untuk dibakar.

Ketua KPU Kabupaten Nganjuk M. Agus Rahman Hakim mengatakan, total 9.210 lembar suara suara yang rusak dan dibakar. Jumlah itu terdiri dari 92 lembar surat pemilihan presiden (pilpres), 1.133 lembar DPD, 7.200 lembar DPR RI, 459 lembar DPRD provinsi, dan 326 lembar DPRD kabupaten. “Masing-masing dapil juga ada kerusakan,” ujar Agus.

Kategori kerusakan surat suara menurut Agus beragam. Mulai tinta yang luntur, sobek, hingga kertas berkerut dan tulisan tidak terbaca. “Jadi harus kami sisihkan semua yang rusak,” lanjut pria yang tugasnya di KPUD Nganjuk resmi berakhir besok itu.

Selama menyortir surat suara, Agus mengungkapkan,pihaknya masih melakukan pengecekan kembali. Sebab, sesuai dengan surat edaran (SE) KPU RI, selama kerusakannya tidak berat, surat suara masih dianggap baik. Misalnya, tinta tulisan yang luntur. “Kalau tulisan masih bisa dibaca, itu belum dianggap rusak,” tegasnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan, sesuai peraturan, Agus mengungkapkan, surat suara tersebut harus dimusnahkan. Sebenarnya, selain dibakar, ada beragam cara untuk memusnahkannya. Misalnya, dimasukkan ke dalam air agar surat suara tidak bisa digunakan lagi.

Untuk diketahui, pagi ini pemilu di Kabupaten Nganjuk akan digelar di 3.658 tempat pemungutan suara (TPS). Agus mengatakan, selain TPS yang didirikan oleh KPU, pihaknya juga akan berkeliling ke sejumlah rumah sakit (RS) untuk melayani pemilih yang terbaring sakit. “Jangan sampai hak pilihnya hilang karena sakit,” tandas Agus.

Dia melanjutkan, petugas TPS keliling dimulai sekitar 10.00. Selain surat suara dan alat coblos, petugas juga akan membawa bilik suara agar pemilihan tetap berlangsung secara rahasia.

Untuk di luar RS, Agus melanjutkan, warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) maupun daftar pemilih tambahan (DPTb), bisa datang di TPS sekitar pukul 07.00-12.00. Adapun daftar pemilih khusus (DPK), dijadwalkan sekitar pukul 12.00-13.00.

Selama di TPS, kata Agus, pemilih dilarang membawa atribut parpol. Selain itu, mereka juga tidak diperbolehkan membawa alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK). “Boleh bawa ponsel, tetapi tidak boleh mendokumentasikan saat berada di bilik suara,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia