Jumat, 18 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Pembunuhan Budi: Senjata Tajam dan Dua Motor Diamankan

16 April 2019, 16: 44: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

TKP: Warung tempat Azis dan Aris membunuh dan memutilasi Budi Hartanto. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Polisi memastikan kasus mutilasi Budi Hartanto murni karena hubungan asmara sejenis. Indikasinya, barang-barang milik korban ditemukan masih utuh. Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan bahwa barang pribadi milik korban kini sudah dibawa penyidik.

“Ada semua. Sekarang dibawa oleh penyidik,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri melalui telepon, kemarin.

Polda Jatim pun telah melakukan press release di mapolda terhadap dua tersangkanya. Dari meja yang berada di depan tersangka dibeber barang bukti berupa koper hitam yang dibungkus plastik. Koper hitam tersebut adalah tas yang digunakan oleh Aris Sugianto dan Aziz Prakoso untuk menyimpan jenazah guru honorer SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri itu.

Selain koper, polisi juga mengamankan senjata tajam yang digunakan Aziz dan Aris untuk membunuh dan memutilasi Budi. Selain itu, ada handphone (HP) dan tas milik Budi yang berisi dompet dengan uang sebesar Rp 600 ribu.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan dua sepeda motor saat menggeledah rumah AS (Aris Sugianto) di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu. Yakni motor merek Honda Scoopy dan Yamaha Mio. Satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik Budi yang sebelumnya dibawa kabur pelaku. Sepeda motor itu belum ada plat nomornya.

Pembunuhan Budi Hartanto

Pembunuhan Budi Hartanto

Sedangkan Yamaha Mio hitam bernopol AG 3684 EV belum diketahui pemiliknya. Kini dua unit sepeda motor tersebut diamankan di Polres Blitar Kota.

Dengan temuan barang bukti tersebut, motif perampokan sudah dicoret oleh penyidik sejak lama. Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dari keterangan para saksi, pelaku memang mengarah kepada seseorang yang dekat secara intim dengan korban.

“Hubungan asmara antara pelaku dan almarhum korban yang menjadi motif awal,” imbuh Barung.

Dari keterangan yang diberikan dua tersangka, terkesan sebelumnya mereka tidak berniat membunuh. Namun tindakan kekerasan itu dilakukan secara spontan saja. Oleh karena itu, Barung mengatakan, jika dilihat dari keterangan yang diberikan tersangka, untuk sementara keduanya dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Penyidik belum menerapkan pasal pembunuhan berencana. Hingga kemarin, Aziz dan Aris masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Polda Jatim. “Bisa dilihat nanti jika terbukti pembunuhan berencana. Tergantung pendalaman penyidikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jenazah Budi yang telah dimutilasi ditemukan di dalam koper hitam yang dibuang di bantaran Sungai Temas Lama, Desa Karangondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar pada Rabu (3/4).

Sedangkan potongan kepala Budi ditemukan tersangkut di pohon bambu di Sungai Gladak, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri pada Jumat (12/4).

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia