Kamis, 23 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Info Pemilu 2019: Masa Tenang, Ribuan  APK Diturunkan Paksa

16 April 2019, 14: 08: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

info pemilu 2019

LEPAS PAKSA: Petugas Bawaslu dan Satpol PP Kabupaten Kediri menertibkan APK dengan crane di pertigaan Mengkreng, Purwoasri, kemarin siang. (SATPOL PP KABUPATEN KEDIRI for radarkediri.id)

KEDIRI - Ribuan alat peraga kampanye (APK) diturunkan paksa oleh petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri, kemarin siang. Penertiban itu dilakukan karena telah memasuki masa tenang kampanye. Itu terhitung sejak Minggu (14/4) hingga hari ini (16/4).

Kegiatan penertiban Bawaslu tersebut dimulai sejak Minggu (14/4) pukul 00.00 WIB. Pada hari pertama masa tenang, pelepasan APK dilaksanakan oleh panitia pengawas (panwas) di setiap kecamatan. Mereka secara bergerilya mencopoti APK berupa spanduk, poster, dan banner.

“Untuk wilayah yang berada di pelosok, kita telah mengerahkan anggota kita. Sedangkan penertiban dengan satpol PP kita fokuskan untuk APK yang masih ada di jalan protokol saja,” ujar Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Sukari.

Namun memang ada beberapa jenis APK yang tidak bisa dilepas sendiri oleh pihak panwas kecamatan. Seperti APK yang terpasang pada billboard atau baliho berukuran besar. Oleh karena itu, pihaknya pun menggandeng satpol PP dan petugas operator serta crane milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri.

Beberapa APK jenis billboard yang ditertibkan petugas tersebut seperti yang berada di wilayah Kecamatan Gurah dan Purwoasri. Di sana terpampang dengan jelas APK dari salah satu peserta pemilu yang tidak dilakukan penertiban. Oleh karena itu, pihaknya pun terpaksa menurunkan APK tersebut.

Jumlah APK saat penertiban dengan satpol PP memang relatif sudah tidak banyak. Pasalnya, beberapa sudah ditertibkan oleh pihak panwas kecamatan masing-masing. Namun jika semua APK digabung maka jumlahnya akan mencapai ribuan.

Sukari menerangkan bahwa APK yang telah ditertibkan tersebut diamankan di gudang panwas kecamatan masing-masing. Sementara ini, APK tersebut hanya akan disimpan dulu. Sebab, belum ada perintah lanjutan terkait hal tersebut. “Sampai ada instruksi atau penetapan, baru kita bisa mengambil tindakan,” imbuhnya.

Penertiban APK itu sendiri sejatinya telah disosialisasikan kepada para peserta pemilu. Pihaknya pun berharap besar agar peserta pemilu proaktif untuk melepas APK yang terpasang sebelum ditertibkan.

Namun, hasil yang ada di lapangan menunjukkan hal yang masih kurang memuaskan. Pasalnya hanya sekitar 10 persen saja peserta pemilu yang melepas APK secara mandiri.

Dalam penertiban itu petugas melakukan penyisiran di 16 kecamatan di Kabupaten Kediri. Pihak Satpol PP Kabupaten Kediri sendiri membagi tugas tersebut menjadi dua tim.

Tim pertama melakukan penertiban di Kecamatan Ngasem, Gurah, Pare, Badas, Plemahan, Purwoasri, Papar, dan Gampengrejo. Sementara itu, tim kedua menyisir Kecamatan Ngadiluwih, Kras, Ringinrejo, Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan.

Menurut kerangan Kasi Opsdal Satpol Kabupaten Kediri Toni Subiyanto, penertiban menggunakan crane memang dibutuhkan. “Kalau tidak menggunakan crane akan sangat sulit penertibannya. Seperti yang ada pada billboard. Kalau menggunakan alat manual akan sangat kesulitan tentunya,” ungkapnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia