Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Masih Sakit, Kerjakan Soal dengan Tangan Kiri

Delapan Siswa Mengikuti UNBK SMA/SMK Susulan

16 April 2019, 12: 46: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Sakit

BELUM PULIH: Anisa Olivia (kanan), siswa SMAN 3 Nganjuk, harus mengerjakan soal UNBK susulan menggunakan tangan kiri. Dia juga harus dibantu temannya karena tangan kanannya yang baru dioperasi setelah mengalami kecelakaan awal April lalu, masih sakit. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK susulan dimulai kemarin. Total ada delapan siswa yang mengikuti ujian di sekolahnya masing-masing. Dua anak di antaranya berasal dari SMAN 3 (Smaga) Nganjuk.

          Kepala Smaga Nganjuk Lanang Suprihadi mengatakan, ada dua anak didiknya yang mengikuti UNBK susulan kemarin pagi. Mereka adalah Anisa Olivia dan Zidan Pratama. Untuk Anisa, harus mengikuti semua mapel UNBK susulan. “Anaknya sakit karena kecelakaan. Jadi tidak mengikuti UNBK sejak hari pertama,” ujar Lanang kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Sedangkan Zidan hanya mengikuti UNBK susulan mapel matematika. Menurut Lanang, siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) itu sempat sakit di hari kedua UNBK karena sakit demam berdarah (DB). “Ikut ujian susulan di jam kedua,” ungkapnya.

          Untuk diketahui, UNBK susulan SMA/SMK digelar dua hari, 15-16 April. Karena itu, ada dua mapel yang diujikan per hari. Di hari pertama, siswa mengikuti ujian mapel bahasa Indonesia dan matematika. Sedangkan, di hari kedua, mapel bahasa Inggris dan pilihan.

          Kemarin, dua siswa tersebut mengerjakan soal ujian di ruang yang sama. Anisa duduk di barisan sebelah selatan, sedangkan Zidan di sisi utara. Karena masih belum sembuh total, Anisa harus didampingi sang teman untuk membantu keperluannya. “Setelah kecelakaan, tangan kanannya masih diperban,” terang Lanang.

          Untuk diketahui, akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, Anisa harus menjalani operasi tangan kanan. Hingga kemarin, perban di tangannya masih belum dilepas. Anisa juga harus membawa bantal untuk menopang tangannya yang belum pulih itu.

          Sebelumnya, Anisa yang mengalami kecelakaan pada 1 April lalu, harus menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Gadis asal Desa Cerme, Pace itu baru keluar dari rumah sakit pada Sabtu (13/4) lalu. “Sebenarnaya masih sakit. Tapi saya harus ikut ujian susulan, jadi diizinkan dokter,” katanya.

Karena kondisi tangannya yang belum pulih itu, dia terpaksa mengerjakan soal ujian menggunakan tangan kiri. “Ya sedikit-sedikit bisa pakai tangan kiri.Yang  penting tidak menulis,” imbuh siswa jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) ini.

          Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk Edy Sukarno menjelaskan, UNBK SMA/SMK berjalan lancar. Tidak ada kendala di jam pertama maupun kedua. “Mudah-mudahan besok (hari ini, Red) juga lancar,” harap pria asal Tuban ini.

          Selain SMA/SMK, siswa MA juga mengikuti ujian susulan. Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk M. Khoirul Anam mengatakan, ada satu siswa MA yang ikut UNBK susulan. Yakni Azizah Niken Maharani siswi asal MA Plus An-Nur Tanjunganom. “Ada tiga mapel yang diikuti. Bahasa Indonesia, matematika dan bahasa Inggris,” terang Anam.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia