Senin, 27 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Diuruk Tanah, Underpass Jadi Licin

Rawan Celaka, Warga Pasang Bambu

16 April 2019, 12: 39: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Jalan

BERBAHAYA: Jalan rusak di underpass tol Desa Ngrami, Sukomoro berubah jadi licin dan berlumpur setelah diuruk tanah tanpa dipadatkan. Warga memasang bambu di tengah jalan sebagai peringatan. (Rekian - radarkediri.id)

NGANJUK-Warga yang biasa melintas di underpass tol Desa Ngrami, Sukomoro mengeluhkan kondisi jalan di sana. Jalan berlubang yang rusak akibat proyek tol itu berubah menjadi licin dan becek setelah kerusakan hanya ditanggulangi dengan diuruk tanah. Untuk mencegah banyaknya korban yang celaka, warga memasang tiga bilah bambu di bagian tengah sebagai tanda peringatan.

          Pantauan koran ini, kerusakan jalan akibat proyek tol di sepanjang Jl Desa Ngrami, Sukomoro memang sangat parah. Ruas sekitar tiga kilometer itu banyak yang berlubang. Kedalaman lubang beragam. Ada yang mencapai hingga 10 sentimeter dan 15 sentimeter.

          Hingga pertengahan April ini, jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab rekanan proyek tol itu belum kunjung diperbaiki. Sehingga, saat hujan turun, kondisi jalan berubah menjadi kubangan.

          Celakanya, sejak empat hari lalu jalan rusak di sekitar underpass Desa Ngrami yang rusak diuruk dengan tanah. “Karena tanah tidak dipadatkan, saat terkena hujan jalan menjadi licin dan becek. Membahayakan pengendara karena jalan jadi berlumpur,” ujar Sutaji, 25, warga Desa/Kecamatan Ngluyu yang setiap hari melewati jalan tersebut.

          Dia pun menyayangkan pengurukan jalan yang terkesan asal-asalan. Akibatnya, jalan membahayakan pengendara. Terutama kendaraan roda dua. “Rawan jatuh karena becek dan sangat licin,” lanjutnya sembari menyebut seharusnya pengurukan jalan itu disertai pemadatan.  

          Seperti pengendara lainnya, Sutaji berharap jalan yang rawan mencelakakan itu bisa segera diperbaiki. Sebab, jika dibiarkan akan membuat korban kecelakaan berjatuhan.

          Untuk diketahui, melihat kondisi jalan yang semakin berbahaya setelah diuruk tanah, warga setempat memasang tiga bilah bambu di bagian tengah jalan yang diuruk tanah. Lokasi paling licin dan paling berbahaya itu sengaja diberi bambu agar tidak bisa dilewati.

          Kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sana hanya bisa melewati bagian samping kiri dan kanan jalan. Meski demikian, bukan berarti mereka terhindar dari bahaya. Sebab, jalan tersebut juga licin dan berlumpur.

          Di lokasi lain yang juga diuruk dengan tanah, warga memasang kursi dan karung berisi pasir di tengah jalan sebagai tanda peringatan jalan berbahaya. Menurut penuturan warga, sudah ada beberapa pengendara yang terjatuh saat melintas di sana. “Kalau tidak diberi tanda, pengendara bisa nyungsep,” terang Sutaji.

          Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto yang dikonfirmasi tentang hal ini mengungkapkan, kerusakan jalan di bawah underpass Desa Ngrami, Sukomoro itu merupakan tanggung jawab rekanan. “Meski demikian, kerusakan jalan itu jadi perhatian kami,” ujar Agus.

          Pemkab, lanjut Agus, akan menindaklanjuti keresahan warga dengan mengoordinasikan hal tersebut kepada tim reaksi cepat pemeliharaan jalan (TRCPJ). “Nanti akan dilakukan perbaikan darurat (di titik yang diuruk tanah, Red),” tandas Agus.

          Terkait perbaikan jalan secara menyeluruh, menurut Agus masih menunggu anggaran dari dana insentif daerah (DID). “Kami targetkan tahun 2021 jalan di Kabupaten Nganjuk sudah mulus,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia