Senin, 27 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Copot Ribuan APK

Bawaslu Kerahkan Pengawas Pemilu

16 April 2019, 12: 36: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Baliho

TERLARANG: Sejumlah pengawas pemilu melepas baliho calon anggota legislatif dari PKB di Jl Panglima Sudirman, Kota Nganjuk. Dalam sehari kemarin, sedikitnya ada 5.000 alat peraga kampanye yang ditertibkan. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

NGANJUK–Memasuki masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang, kemarin. Total  ribuan APK berupa baliho, spanduk, umbul-umbul dan bendera yang berhasil dilepas.

          Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk Abdul Syukur Junaidi mengatakan, masa tenang pemilu berlangsung selama tiga hari, 14-16 April. Selama tiga hari tersebut, seluruh APK yang dipasang di 20 kecamatan wajib dicopot. “Tidak boleh ada lagi APK yang terpasang di masa tenang,” ujar Syukur kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Karena itu, usai apel akbar di GOR Bung Karno kemarin, bawaslu mengerahkan sekitar 4.000 petugas pengawas pemilu untuk menertibkan APK. Dibantu Satpol PP Kabupaten Nganjuk dan beberapa petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK), mereka bertugas di wilayahnya masing-masing.

          Syukur mengungkapkan, pelepasan APK dimulai sekitar pukul 10.00 sampai 17.00. Selama sekitar 7 jam tersebut, Bawaslu berhasil melepas sekitar 5.000 APK yang dipasang selama masa kampanye. Dari jumlah itu, yang terbanyak adalah APK berupa baliho. “Kemudian umbul-umbul, spanduk dan bendera partai,” ungkap pria asak Desa Tembarak, Kertosono ini.

          Dari beberapa jenis APK, Syukur mengakui tidak semuanya mudah dicopot. Misalnya billboard yang terpasang di perempatan terminal lama Jl Panglima Sudirman, Nganjuk. Untuk melepas gambar salah satu calon legislatif (caleg) DPR RI itu, petugas harus menggunakan alat derek.

          Adapun billboard yang lain di antaranya terpasang di Jl Veteran, perempatan Loceret, dan perempatan Jl Gatot Subroto, Nganjuk. “Sekarang sudah dilepas semua,” terang Syukur.

          Penertiban APK jenis tersebut membutuhkan rata-rata waktu sekitar 30 menit. Selain billboard, kata Syukur, kesulitan lain adalah bendera partai politik (parpol) juga dipasang di pucuk pohon. Sampai kemarin sore, petugas belum bisa menurunkan APK tersebut. “Kami masih cari alatnya. Besok (hari ini, Red) kami lanjutkan,” tandasnya.

          Sebenarnya, bawaslu menargetkan penertiban APK di masa tenang bisa tuntas kemarin. Namun, untuk beberapa APK yang sulit, baru bisa dilepas hari ini.  Yang pasti, seluruh APK di kecamatan sudah dicopot. Baik yang dipasang di tepi jalan maupun di gang-gang. “Kecuali APK di depan kantor parpol. Tetap boleh dipasang,” tegas pria kelahiran Sampang ini.

          Selain penertiban, Bawaslu juga membentuk tim patroli masing-masing kecamatan dan desa. Syukur menjelaskan, pihaknya akan rutin melakukan patroli praktik money politics selama masa tenang berlangsung sampai Selasa malam besok (16/4).

          Syukur meminta masyarakat juga aktif mengawasi indikasi kecurangan tersebut. Karena itulah, jika ada temuan di wilayah mereka, pihaknya berharap masyarakat bersedia melaporkan ke bawaslu atau panitia pengawas kecamatan (panwascam).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia