Selasa, 17 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Ratusan Siswa Ikuti UNBK Paket C

Trouble, Ujian Sesi Pertama Terhambat

15 April 2019, 15: 12: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

UNBK

PAKAI ONLINE : Peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kejar paket C mengerjakan soal mata pelajaran matematika di SMPN 2 Pace, kemarin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK tidak hanya diikuti siswa dari sekolah umum. Mereka yang bersekolah di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) juga menggelar ujian kejar paket C sejak Jumat lalu (12/4). Dilaksanakan sampai Senin besok (15/4), UNBK diikuti lebih dari 600 siswa.

          Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk M Yasin mengatakan, total ada 612 peserta UNBK paket C. Mereka berasal dari 16 PKBM. Tiga PKBM di antaranya merupakan penyelenggara mandiri. “Karena mereka sudah terakreditasi,” kata Yasin kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Tiga lembaga tersebut adalah PKBM Putra Bangsa Ngronggot, PKBM Ki Hajar Dewantara Ngetos, dan PKBM Mekar Bersemi Loceret. Adapun sisanya sebanyak 13 lembaga harus menggabung ke PKBM lain. Termasuk dua pondok pesantren (ponpes).

          Meski menjadi induk, Yasin mengungkapkan, hanya PKBM Ki Hajar Dewantara Ngetos yang menyelenggarakan ujian di sekolah mereka. Sementara PKBM Putra Bangsa harus menumpang di SMK PSM Tanjunganom dan PKBM Mekar Bersemi Loceret meminjam ruangan di SMPN 2 Pace.

          Sama seperti tahun lalu, ujian paket C digelar secara online. Karena itu, kata Yasin, ujian dibagi menjadi beberapa sesi karena jumlah siswa lebih banyak dari jumlah komputer yang tersedia. “Mayoritas dua sesi,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) ini.

          Di hari pertama, Jumat lalu (5/4), mata pelajaran (mapel) yang diujikan adalah bahasa Indonesia dan Geografi. Meski secara umum berjalan lancar, ujian di PKBM Ki Hajar Dewantara sempat mengalami kendala di sesi pertama.”Ada masalah dengan komputer,” ujarnya

          Akibatnya, sebelum ujian selesai, puluhan siswa harus mengakhiri mengerjakan soal. Untuk masalah tersebut, Yasin mengungkapkan, disdik akan menjadwal ulang UNBK susulan. “Jadwalnya nanti kami susun,” ungkap mantan staf ahli bupati ini.

          Untuk sesi berikutnya, ujian kembali berjalan lancar. Begitu pula dengan UNBK hari kedua kemarin, dengan mapel matematika dan sosiologi. “Alhamdulillah lancar,” kata Yasin.

          Di hari ketiga, Minggu pagi ini, peserta ujian paket C akan mengerjakan soal mapel bahasa Inggris dan pendidikan kewarganegaraan (PKn). Adapun hari terakhir, Senin besok, mapel yang diujikan adalah Ekonomi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia