Jumat, 18 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tembak Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto, Ini Alasannya

14 April 2019, 18: 41: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

aris azis pelaku pembunuhan budi

SEPI: Rumah Azis Prakoso, salah seorang tersangka mutilasi, di Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, tampak lengang. Azis dan Aris (foto kiri). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Dua terduga pelaku pembunuhan Budi Hartanto, 28, pemuda Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (12/4) malam langsung digelandang ke Mapolda Jatim. Kedua pelaku yang oleh polisi disebutkan berinisial AJ (Azis) dan AP (Aris) itu bakal menjalani pemeriksaan lebih mendalam oleh penyidik Polda Jatim.

Yang menarik, Azis, yang ditangkap di Kediri, disebutkan polisi sempat hendak melarikan diri. Karena itu petugas terpaksa memuntahkan peluru ke arah pemuda asal Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri tersebut. Tepat mengenai betis kaki kiri.

Upaya melarikan diri itu terjadi saat Azis dikeler ke lokasi pembuangan kepala di dam Sungai Gladak, Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. “Ya, salah satu pelaku memang ditembak karena hendak melarikan diri,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Frans Barung Mangera.

Menurut Barung, sampai kemarin polisi masih menetapkan dua orang tersangka pelaku mutilasi guru honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri. Polisi belum menemukan indikasi adanya pelaku ketiga.

“Benar, pelaku mengaku kepada petugas melakukan pembunuhan tersebut hanya dua orang saja,” terangnya.

Pembunuhan Budi Hartanto

Pembunuhan Budi Hartanto

Dari keterangan kedua pelaku yang disampaikan kepada polisi, mereka melakukan mutilasi tersebut di warung nasi goreng milik Aris. Warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar itu memang menyewa rumah di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo yang digunakan sebagai warung. Di warung itulah tempat eksekusi pembunuhan korban yang juga guru tari itu. “Pengakuan tersangka, dilakukan di dalam bangunan tersebut pada malam hari,” imbuh Barung.

Kedua pelaku dengan tega menggorok leher Budi lantaran ada persoalan asmara. Namun Barung enggan memberikan komentar terhadap ada hubungan spesial apa antara kedua pelaku dan korban. Namun dari pemberitaan sebelumnya, kedua tersangka ini masih tergabung dalam satu komunitas yang diikuti oleh Budi. Makanya keduanya mengenal Budi.

Saat diinterogasi, para tersangka mengaku hanya melakukan perbuatan keji itu berdua saja. Salah seorang bertugas untuk memegangi tubuh Budi. Dan satu orang bertugas untuk menghabisi nyawa Budi. Namun, menurut keterangan dari dua tersangka, mereka melakukan pemotongan kepala Budi secara bergantian.

Polisi tidak bisa langsung menerima begitu saja kasus pembunuhan tersebut. Barung menyebutkan bahwa keterangan dari pelaku akan dilakukan penyelidikan lebih dalam untuk melihat kebenaran berdasarkan fakta di lapangan.

Berdasarkan keterangan dari para tersangka, setelah memutilasi Budi keduanya memasukkan tubuh itu ke dalam koper hitam milik orang tua Aris.  Sebelum memasukkan ke koper, para tersangka terlebih dahulu mencopot baju yang dipakai Budi. Tujuannya untuk menghilangkan jejak.

Setelah itu, Ap dan Aj membawa potongan kepala Budi. Kemudian membuangnya di dam Sungai Gladak di Desa Mojosari, Kras. Kemudian mereka ganti membuang koper berisi tubuh Budi di bantaran Sungai Temas Lama di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Selama sembilan hari setelah jenazah Budi ditemukan pada Rabu (3/4), kedua pelaku berhasil ditangkap polisi di hari yang sama, Kamis (11/4) malam. “Diamanakannya di dua lokasi yang berbeda,” ujar Barung.

Saat ini, keduanya masih diamankan di Polda Jatim untuk dimintai keterangan lebih lanjut.Atas apa yang telah mereka perbuat, keduanya sementara ini dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kejadian di Malam Nahas

1.     Mereka bertemu pada Selasa (2/3) malam sekitar pukul 22.30 di warung milik Aris di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

2.     Kedua pelaku sempat cekcok. Sempat ada perkelahian antara dua pelaku dengan korban.

3.     Dua pelaku menjatuhkan tubuh korban, dan mencoba membunuh Budi dengan alat yang berada di sekitar warung milik Aris.

4.     Setelah melakukan pembunuhan, dan memutilasi kepala Budi, keduanya lalu membuangnya secara terpisah di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dan tubuh Budi dibuang ke Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Sumber: Dari keterangan korban kepada polisi

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia