Jumat, 23 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Features

Siswa SMPN 1 Kota Kediri Dapat Emas di Thailand

13 April 2019, 09: 25: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

siswa smpn 1 kediri

BERPRESTASI: Muhammad Daffa bersama Kepala SMPN 1 Marsudi Nugroho, menunjukkan medali dan piagam yang diraihnya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA -  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Kediri. Kali ini adalah Muhammad Daffa. Pelajar kelas 7 SMPN 1 Kota Kediri ini berhasil meraih medali emas dari Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO). Prestasi tersebut layak diapresiasi tinggi.

Sebab, pesertanya berasal dari 21 negara. Persaingan dalam olimpiade yang berlangsung di Headstart International School, Phuket, Thailand ini sangat ketat. “Ketelitian saat mengerjakan soal juga harus diperhatikan,” kata Daffa, saat ditemui di sekolahnya, SMPN 1 Kota Kediri, (11/4).

Menurut siswa 13 tahun ini, soal pada olimpiade tersebut tak dianggapnya sulit. Namun juga tak bisa dibilang enteng. Justru dari soal yang menurutnya tak terlalu sulit itu membuatnya khawatir. “Saya merasa teman-teman yang lain bisa mengerjakan semua. Jadi saya pikir bakal sulit mendapat emas,” ujar anak pertama dari dua bersaudara ini.

Sebenarnya ada satu soal yang sempat membuat Daffa bingung. Yakni soal menentukan sudut di antara dua jarum jam. Menurutnya materi itu belum pernah ditemuinya saat latihan soal. Dia belajar dari soal-soal beberapa tahun silam. Mempelajari soal yang dinilainya sama dari tahun ke tahun. “Saya pelajari soal dari 2015 sampai 2018. Kalau ada soal yang mirip dari tahun sebelumnya, kemungkinan besar itu yang keluar,” sebutnya.

Siswa yang bercita-cita menjadi pengusaha ini mengaku tidak suka dengan hafalan. Dia lebih memilih bermain logika. Untuk itu dalam mengerjakan soal-soal yang sulit sekali pun, logika siswa yang juga ikut ekstra-kurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) ini berjalan.

Hal yang menarik saat kejuaraan yang berlangsung 5-8 April itu adalah soal ID  card. Tanda pengenal, Daffa sempat hilang usai lomba. Padahal ID card tersebut tiket masuk ketika malam puncak penganugerahan dan pengumuman juara. “Telepon rombongan, cari di bus dan telepon di restoran  tidak ada yang tahu. Ternyata ketemunya di tas bapak,” kenangnya sambil tersenyum.

Medali emas yang diperoleh Daffa ini bukan pertama kalinya. Dia sebelumnya juga sempat mengikuti kejuaraan tingkat international lain seperti di Singapura, Korea, dan Tiongkok.

Hasil tersebut membuat bangga SMPN 1 Kota Kediri. Sang kasek, Marsudi Nugroho, bersyukur atas prestasi yang dicapai siswanya itu. “Terimakasih kami sampaikan kepada Daffa dan orang tuanya. Selain pembinaan di sekolah ternyata di rumah juga tetap ada pembinaan tambahan,” ujar Marsudi.

Menurut Marsudi, pembinaan memang tidak cukup di sekolah. Namun pembinaan di rumah juga penting. Yaitu  untuk lebih mengasah kemampuan siswa. Termasuk keterlibatan orang tua untuk mengikutsertakan putranya pada berbagai perlombaan. Yang jelas dengan prestasi tersebut Marsudi berharap SMPN 1 Kediri tetap menjadi ikon prestasi akademik di Kota Kediri. “Ini juga sebagai inspirasi teman-temannya agar bisa berprestasi semaksimal mungkin sesuai kompetensi masing-masing,” harapnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia