Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Awasi Kampanye Caleg di Medsos

12 April 2019, 12: 05: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemilu

Share this          

Jelang berakhirnya masa kampanye, Bawaslu Nganjuk mulai memantau aktivitas kampanye para calon anggota legislatif (caleg) di media sosial. Pasalnya, mayoritas caleg aktif berkampanye di dunia maya. Tetapi, hingga saat ini belum ada satu pun caleg yang melaporkan akun resmi mereka.

          Anggota Bawaslu Nganjuk Divisi Hukum, Data dan Informasi Moh Safi’il Anam mengungkapkan, sesuai survei IDN Times 2018 lalu, pengguna Facebook mencapai 93 persen. Kemudian, diikuti Instagram, Twitter dan Path.

          Dari hasil survei tersebut, bawaslu akan fokus mengawasi Facebook dan Instagram dalam masa tenang nanti. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kampanye caleg yang dilakukan selama waktu terlarang itu. “Kami tidak ingin ada caleg yang menabrak aturan (selama masa tenang, Red),” ujar pria yang akrab disapa Anam itu. 

          Untuk diketahui, berbeda dengan masa kampanye pemilu 2014 lalu, dalam masa kampanye April ini, caleg lebih banyak melakukan pendekatan langsung kepada calon pemilih. Selama dua minggu terakhir, tidak ada kampanye terbuka yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk.

          Selebihnya, caleg lebih banyak mengunggah aktivitasnya di media sosial masing-masing. Tren inilah yang diantisipasi oleh Bawaslu Nganjuk. Apakah selama masa kampanye ini sudah ada pelanggaran dari caleg? Ditanya demikian Anam menggeleng.

          Sebelumnya, menurut Anam ada caleg DPRD Jatim daerah pemilihan (dapil) Nganjuk dan Madiun yang melakukan pelanggaran. Sang caleg melakukan kampanye dengan mengiklan di media online. “Karena lokusnya di Madiun, sudah ditangani Bawaslu Madiun dengan berkoordinasi dengan Bawaslu Jatim,” tuturnya.     

          Sementara itu, selain memantau konten kampanye, bawaslu juga mengawasi aktivitas akun media sosial caleg yang mengarah ke tindak pidana. “Ya, ujar kebencian atau membawa-bawa SARA juga akan diproses,” beber Anam.

Ditanya tentang sanksi yang akan diberikan, Anam menyebut beberapa tahapan. Pertama, bawaslu akan memberikan teguran. Bila tidak mempan, maka Bbawaslu akan menindak dan memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia berharap, masyarakat juga ikut berpartisipasi mengawasi caleg selama beberapa hari ke depan. Bawaslu, lanjut Anam, sudah menyiapkan akun Facebook dan Instagram untuk melapor secara online. “Selain untuk sarana berkomunikasi dengan warga, akun medsos ini juga bisa digunakan untuk menyampaikan kegiatan,” bebernya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia