Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tebing Longsor, Saluran Irigasi Tertutup

BMKG Sawahan Prediksi Hujan Lebat

12 April 2019, 11: 55: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Longsor

CUACA EKSTREM: Tebing di Desa Macanan, Loceret yang longsor menutupi saluran irigasi persawahan di wilayah setempat. BMKG meminta masyarakat waspada ancaman bencana selama peralihan musim. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Hujan deras yang terjadi Selasa (09/4) malam lalu membuat tebing di Desa Macanan, Loceret, longsor. Akibatnya, pengairan di sawah setempat terganggu. Sebab, material longsor menutup saluran yang jadi tumpuan pengairan lahan warga itu.

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Hendro Djoko Soedarsono mengatakan, longsornya tebing itu terjadi Rabu (10/4) dini hari lalu. Tanah yang terus menerus tergerus air diduga menjadi lembek dan longsor. Apalagi, tebing berada di kemiringan 60 derajat. “Tanah yang longsor panjangnya sekitar tujuh meter, ketinggian lima meter,” ujarnya.

          Material longsoran, lanjut Djoko, tidak hanya menutupi sawah warga. Melainkan, menutupi saluran irigasi yang jadi sarana pengairan hektaran sawah di sekitarnya. Agar air tidak meluber kemana-mana, BPBD sudah

Cuaca

PERALIHAN MUSIM: Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan mengguyur sebagian wilayah Nganjuk hingga pertengahan Mei nanti. (Rekian - radarkediri.id)

Mengirim karung pasir, sesek dan terpal untuk perbaikan sementara secara bergotong royong. “Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut,” lanjut Hendro.

          Hingga kemarin, menurut Hendro material longsor sudah dibersihkan. Warga setempat juga sudah kerja bakti memperbaiki saluran air yang sempat terganggu. “Relatif lancar lagi,” imbuhnya.

          Untuk diketahui, meski curah hujan tidak setinggi Januari dan Februari lalu, bukan berarti Kota Angin sudah terbebas dari ancaman bencana. Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) M. Chudori menyebutkan, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi hingga pertengahan Mei nanti.

Hujan deras itu, menurut Chudori masih berpotensi menyebabkan terjadinya bencana seperti longsor dan banjir. “Kami selalu berkoordinasi dengan BPBD Nganjuk untuk keterangan cuaca,” bebernya.

Wilayah mana saja yang diguyur hujan deras? Chudori menyebut, selama masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ini, tidak semua wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi. “Spot hujannya menyebar di beberapa titik. Tidak semua wilayah di Nganjuk hujan,” terang Chudori.

Seperti kemarin, prediksi cuaca dari BMKG Surabaya hujan terjadi di Kecamatan Baron, Lengkong, Kertosono, Gondang, dan Ngluyu.

          Hujan di wilayah itu, menurut Chudori disebabkan transisi cuaca di selatan Jawa yang mengalami tekanan cuaca rendah. “Kumpulan awan yang bertiup di selatan Jawa itu mengumpul di atas Jawa Timur,” tuturnya.

Keadaan itulah yang menyebabkan hujan kerap terjadi saat siang, malam hingga dini hari. Beberapa hari terakhir, hujan kerap terjadi pada pagi hari. Melihat tren cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Chudori mengimbau agar  BPBD tetap mengantisipasi lokasi-lokasi yang dianggap rawan longsor dan banjir.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia