Selasa, 22 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Minta Siapkan Genset dan UPS

Persiapan UNBK SMP Tinggal Sinkronisasi Soa

12 April 2019, 11: 49: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

UN

LANCAR:Siswa SMPN 3 Nganjuk mengikuti simulasi UNBK di sekolahnya, kemarin. Mereka tidak menghadapi kendala berarti dalam pengerjaan soal ujian secara online itu. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Dinas Pendidikan (Disdik) Nganjuk akan mengantisipasi kendala teknis maupun nonteknis dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP. Karenanya, mereka meminta sekolah untuk menyiapkan genset dan uninterruptible power supply  (UPS).

          Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, dari 81 lembaga, ada 49 sekolah yang menyelenggarakan UNBK mandiri. Sisanya sebanyak 32 sekolah harus menumpang ke  SMA dan SMK.

          Selain mempertimbangkan sarana dan prasarana (sarpras) yang belum lengkap, Hadi mengungkapkan, beberapa SMP juga belum terakreditasi. Karena itulah, mereka wajib mengikuti UNBK di sekolah lain. “Mayoritas karena jumlah komputer kurang,” ujarnya.

          Untuk sekolah penyelenggara mandiri, Hadi meminta lembaga menyiapkan pelaksanaan UNBK dengan baik. Salah satu kekhawatiran yang sering terjadi setiap tahun adalah listrik padam. Baik gangguan secara teknis maupun nonteknis.

          Dalam sejumlah forum, lanjut Hadi, disdik sudah menyarankan sekolah untuk menggunakan genset. Hal itu sebagai antisipasi apabila terjadi listrik padam. Selain itu, pihaknya juga meminta SMP menyiapkan UPS di setiap server. “UPS sifatnya wajib. Tapi kalau genset, jika dirasa mahal, sekolah tidak perlu menyewa,” ungkap pria berkacamata ini.

          Apalagi, sebenarnya disdik sudah menjalin kerjasama dengan PLN. Hadi mengungkapkan, selama UNBK SMP berlangsung, PLN menjamin tidak ada pemadaman yang dilakukan di wilayah Nganjuk. “Selama tidak ada faktor alam, kami pastikan aman,” tandasnya.     

          Untuk diketahui, UNBK SMP akan dimulai pada 22-25 April. Beberapa sekolah yang mengabung di antaranya adalah SMPN 2 Nganjuk ke SMKN 2 Nganjuk. Lalu, ada SMPN 4 Kertosono yang meminjam ruangan SMAN 1 Kertosono. Kemudian, SMPN 7 Nganjuk menggabung ke SMAN 3 Nganjuk dan SMPN 6 Nganjuk ke SMKN 1 Bagor.

          Untuk persiapan terakhir, Hadi menegaskan, sekolah tinggal melakukan sinkronisasi soal pada H-2 sebelum ujian. Sementara, seluruh sekolah sudah menggelar simulasi UNBK. “Semua sudap siap. Tinggal sinkronisasi sesuai jadwal,” tegas Hadi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia