Selasa, 17 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Belasan Hektare Tanaman Padi Diserang Keong

Basmi dengan Pestisida, Petani Sulam Bibit

12 April 2019, 11: 46: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Hama

MERUSAK PADI: Parsuli, petani asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk menunjukkan hama keong yang merusak tanamannya selama beberapa hari terakhir. Kondisi yang sama juga dialami petani di Desa Mlorah, Rejoso. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Sejumlah petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk dan Desa Mlorah, Rejoso, harus berjibaku melawan hama keong. Pasalnya, tanaman padi mereka yang baru berumur satu minggu banyak yang mati akibat serangan hama ini.  

          Seperti dikeluhkan oleh Parsuli, 61. Petani asal Desa Kedungdowo, Nganjuk itu harus menyisir areal sawah miliknya tiap pagi. Dia membersihkan keong dan telurnya yang beranak-pinak dengan cepat. “Setiap pagi diambil tapi seperti tidak pernah habis,” ujar Parsuli sembari menunjukkan beberapa ekor keong dan telur-telur yang didapatkannya. 

          Tak hanya di Desa Kedungdowo, diakui Parsuli, serangan hama keong juga dialami petani di Desa Mlorah, Rejoso yang berdekatan dengan desanya. “Perkembangbiakkannya sangat cepat,” keluh Parsuli.

          Total lahan yang terserang hama keong di dua desa tersebut, menurut Parsuli mencapai belasan hektare. “Hampir semua tanaman padi terserang hama keong,” terangnya.

          Akibat serangan hama ini, menurut Parsuli tanaman padi alngsung patah. Jika dibiarkan, daun akan terus habis dan mati. Untuk menyelamatkan tanamannya, Parsuli tidak hanya memunguti keong setiap pagi. Melainkan juga dengan menyemprotnya dengan pestisida.

Jika keong terkena semprotan obat, menurut kakek dua cucu ini, hama itu akan langsung mati. Tetapi, yang tidak terkena obat akan berkembang biak dengan cepat.

          Sementara itu, tak hanya direpotkan dengan hama keong, menurut Parsuli para petani juga diganggu oleh hama lainnya. Di antaranya, orong-orong.

“Kalau sudah diserang orong-orong tanaman padinya bisa langsung mati,” akunya.

          Agar tetap bisa panen beberapa bulan ke depan, Parsuli tidak hanya memberantas hama dengan obat dan memunguti keong saja. Melainkan, dia melakukan tambal sulam tanaman yang terserang hama. “Kebetulan ada sisa bibit. Jadi, ditambal sulam biar tetap panen,” imbuhnya.

          Berdasar pengalaman tahun lalu, menurut Parsuli serangan hama keong dan orong-orong akan tetap banyak selama musim hujan. Sawah yang terus tergenang membuat keong berkembang biak dengan cepat dan merepotkan petani. “Semoga tidak sampai gagal panen,” imbuhnya.

          Sayang, Sekda Nganjuk Agoes Soebagijo yang sekaligus menjadi plt kepala dinas pertanian belum bisa dikonfirmasi terkait total lahan yang terserang hama keong. Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam, tidak diangkat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia