Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bantu Aborsi, Ayah Bayi Dituntut 7 Tahun

Jaksa Anggap Terbukti Sengaja Beri Bantuan

11 April 2019, 17: 20: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

kamsidi buang bayi

MINTA KERINGANAN: Kamsidi berjalan lunglai setelah sidang, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kamsidi, 51, hanya bisa pasrah mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Akibat perbuatannya, warga Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dituntut tujuh tahun penjara, Rabu (10/4).

Kamsidi dianggap terbukti dengan sengaja memberi bantuan melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan undang-undang.

Tuntutan tersebut dibacakan sekitar pukul 15.00 WIB di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. “Terdakwa telah terbukti telah melanggar Pasal 77A Ayat (1) Jo Pasal 45A UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” terang JPU Ribut Suprianti.

Tidak hanya dituntut hukuman kurungan penjara, laki-laki yang bekerja sebagai penjual pentol ini juga dituntut untuk membayar denda sebanyak Rp 5 Juta. Dengan subsider tiga bulan kurungan penjara.

Selain membacakan tuntutan, JPU juga membacakan beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan tuntutan. Yang meringankan, Kamsidi selama persidangan bersikap sopan, tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan di depan persidangan, mengakui perbuatannya, dan belum pernah dihukum. “Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah khususnya Perlindungan Anak-Anak,” imbuhnya.

Setelah dibacakan tuntutan, Hakim Ketua Agus Tjahjo Mahendra memberi kesempatan kepada Kamsidi untuk berdiskusi dengan penasihat hukum (PH) Bagus Wibowo. “Terdakwa mengajukan keringanan, dikatakan secara langsung,” tutur Bagus.

Di dalam pledoi yang diajukan, Kamsidi mengaku menyesal dengan perbuatannya,dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Meski telah mendengarkan permintaan keringanan, JPU tetap dengan tuntutan.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, tuntutan tujuh tahun yang diberikan oleh JPU sesuai dengan Pasal 55 dan Pasal 56. Di mana perbuatan Kamsidi ikut serta melakukan perbuatan dengan niat melakukan tindakan hukum.

Sedangkan PH terdakwa, mengatakan bahwa perbuatan Kamsidi tidak seharusnya terkena tuntutan tujuh tahun. “Hal tersebut dikarenakan Kamsidi dan Ika Wahyuningsih, 25 tidak memiliki hubungan suami istri,” tegas Bagus.

Untuk diketahui, kejadian ini bermula pada 13 November 2018. Pada saat itu Kamsidi mendapatkan telpon dari Ika Wahyuningsih. Ika meminta Kamsidi untuk mendatangi rumah Sumini, 73. Rumah tersebut berada di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.

Di dalam rumah tersebut, Kamsidi baru mengetahui bahwa selingkuhannya yaitu Ika dalam keadaan hamil. Sedangkan tujuan Ika mengajak Kasmidi datang ke rumah Sumini dalam rangka menggugurkan bayi tersebut. Namun untuk menggugurkan sang bayi, rupanya Sumini meminta bayaran sebesar Rp 3 juta. Karena tidak memiliki uang tersebut, laki-laki kelahiran 1967 berusaha mencari pinjaman uang. Sayangnya, Kamsidi hanya berhasil mendapatkan pinjaman Rp 1,5 juta yang kemudian diberikan kepada Sumini.

Setelah mendapatkan uang tersebut, Sumini lantaran langsung memijat Ika. Tidak hanya memijat, sebelumnya perempuan Dusun Karangdinoyo, Desa /Kecamatan Kepung lebih dahulu meminum ramuan jamu yang diberikan Sumini.

Rupanya, setelah dipijat bayi tersebut tidak langsung keluar begitu saja. Butuh waktu dua hari untuk bayi tersebut keluar dari kandungan. Keduanya, lantaran pulang ke rumah masing-masing.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia