Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Guru Penganiaya Dihukum Percobaan

Berjanji Tak Lakukan Pelanggaran

11 April 2019, 14: 38: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Kasus

MENGAKU SALAH: Terdakwa penganiayaan guru Rujito memberikan keterangan dalam sidang di PN Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Kasus kekerasan yang menimpa Tutut Guntari, 48, guru di SMPN 3 Tanjunganom, disidangkan kemarin. Hakim tunggal Diyah Nur Santi menjatuhkan hukuman satu bulan dengan masa percobaan selama tiga bulan kepada Rujito, 49, terdakwa pelaku penganiayaan.

          Hakim perempuan itu mengatakan, Rujito terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Yaitu, telah melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan.

          Karenanya, Diyah menjatuhkan hukuman satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan. “Selama masa percobaan, terdakwa tidak ditahan,” uajr hakim berkacamata itu.

          Untuk diketahui, dalam sidang kemarin, Tutut Guntari juga diperiksa oleh hakim. Kepada Diyah, dia membeberkan kronologi penganiayaan terhadap dirinya. Kasus tersebut bermula dari perdebatan di grup WhatsApp (WA) yang kemudian merembet saat bertemu di ruang guru di SMPN 3 Tanjunganom.

Mulai dari masalah kedatangan Komnasdik, LSM dan Wartawan ke sekolahnya hingga tentang ketua komite. Ada pula masalah pembayaran iuran sekolah pembelian komputer untuk UNBK. “Pagi-pagi dia (Rujito, Red) tiba-tiba datang lalu melakukan kekerasan pada saya,” terang guru Bahasa Inggris itu kepada hakim.

Meski perbuatan Rujito menyebabkan luka memar di bagian mulut, Tutut tetap mengajar seperti biasanya. Atas putusan yang dijatuhkan hakim, Tutut mengaku bisa menerima. “Dia (Rujito, Red) sudah dinyatakan bersalah,” ucapnya.

Sementara itu, di depan hakim Rujito mengatakan, dirinya tidak punya niat melakukan penganiayaan. Perbuatannya kepada Tutut, menurut Rujito adalah spontanitas. “Saya khilaf,” aku guru Matematika kepada hakim sembari menyebut dirinya sudah meminta maaf kepada Tutut.

Ditemui koran ini, Rujito mengatakan, tindakan yang menyebabkan Tutut memar itu karena dirinya tidak dihargai sebagai orang yang lebih tua. Dia menganggap masalahnya sebagai hal yang negatif. Karenanya, dia berkomitmen untuk tidak melakukan pelanggaran. “Selama masa percobaan tiga bulan,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia