Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Terpeleset, Mr X Tenggelam di Sungai Klinter

Tim BPBD Kesulitan Lakukan Pencarian

10 April 2019, 14: 31: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

pencarian korban

NIHIL: Tim BPBD Nganjuk menyasar sungai Klinter menggunakan perahu karet. Hingga kemarin sore jasad korban belum ditemukan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Warga Desa Lambangkuning, Kertosono gempar. Pasalnya, seorang pria tua hanyut di sungai Klinter sekitar pukul 10.00, kemarin. Hingga pukul 17.00, jasad pria yang diperkirakan berusia sekitar 65 tahun itu belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, awalnya korban diketahui menuntun sepeda di rel kereta api yang melintas di atas sungai. Saat berada di tengah sungai, pria yang memakai kaus berwarna biru dan celana abu-abu itu terjatuh.

Melihat hal itu, Fiki, 22, dan Fatkur Rohman, 21, yang berada tak jauh dari tempat jatuhnya korban, berusaha menolong dengan berenang. Tetapi, arus sungai yang deras, membuat upaya dua pemuda itu sia-sia. “Mereka tidak kuat menggeret ke tepi karena arusnya yang sangat deras,” ujar Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sisik.

          Karena kondisi arus yang deras itu pula, polisi memutuskan untuk tidak melakukan pencarian secara manual. Mereka langsung berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Tim gabungan polisi, BPBD dan TNI menyisir sungai menggunakan perahu karet.

          Tetapi, hingga kemarin sore jasad korban juga belum ditemukan. “Kami belum tahu identitas korban. Masih berkoordinasi dengan warga,” lanjut Abraham.

          Terpisah, Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Nganjuk Agus Sulistiyono menjelaskan, dalam pencarian hari pertama kemarin, timnya mengalami kesulitan. “Selain deras, sungai masih banyak rumputnya,” beber pria yang juga menjabat kasi rehabilitasi BPBD itu.  

Lebih jauh Agus mengatakan, untuk mencari korban, pihaknya sudah melakukan pemetaan lapangan. Dari hasil analisa awal, korban dimungkinkan masih berada di sungai Klinter. “Di dalam sungai ada pusaran arus yang memutar,” imbuhnya.

Pantauan koran ini, selama pencarian kemarin warga desa berkumpul di tepi sungai. Mereka menonton upaya pencarian dari BPBD yang menggunakan perahu karet. Sekitar pukl 17.00 kemarin, pencarian dihentikan. “Kami imbau warga yang kehilangan anggota keluarganya melapor ke polisi,” pintanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia