Minggu, 26 May 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (23)

Jaladwara yang Masih Menyisakan Tanda Tanya

10 April 2019, 12: 45: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

jaladwara

YANG TERSISA: Jaladwara yang kini disimpan di ruang arsip Desa Gadungan. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Penemuan benda purbakala di Desa Gadungan, Puncu menambah bukti sejarah peradaban kuno di dekat Kali Serinjing. Banyak terdapat umpak kuno. Bahkan terakhir juga ada jaladwara yang ditengarai bagian dari bangunan petirtaan.

Tak banyak yang tahu jika selama ini di Desa Gadungan juga banyak temuan benda-benda bersejarah. Selain dua punden desa yang diyakini sebagai tempat sakral di wilayah tersebut. Ada satu daerah yang hingga kini masih menyimpan banyak tanda tanya. Daerah tersebut dikenal dengan istilah Reco Bungkuk. Itu karena di sana sempat ada arca kuno di sudut persawahan desa.

Reco bungkuk itu kini sudah tidak ada. Menurut warga, sekitar tahun lalu diambil orang. Padahal selama ini tak ada yang berani merusak bahkan mengambil arca tersebut.

Di lokasi yang sama, tepat satu tahun yang lalu (2018) juga ditemukan benda purbakala. Berupa jaladwara atau pancuran air yang selama ini dikenal ada di petirtaan. Sebuah pemandian di zaman kerajaan. “Ditemukan warga saat kegiatan perbaikan jalan ke tegal (ladang, Red),” kata Sekretaris Desa Gadungan Heri Cahyono Setiawan.

Letak penemuan jaladwara itu memang di jalan menuju ke tegal. Daerah tersebut cukup unik. Kerap mengeluarkan air dari sumber-sumber kecil yang ada di permukaan tanah. Apalagi saat musim penghujan, air kerap meluber ke jalanan. Maka warga berinisiatif untuk memperbaiki saluran drainase itu. Pada saat perbaikan itulah lantas jaladwara ditemukan. “Awalnya warga takut. Kemudian kami taruh di kantor desa,” jelas Heri.

jaladwara

LOKASI  AWAL: Tempat penemuan jaladwara. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Warga meyakini bahwa di kawasan itu masih ada benda-benda purbakala lain. Sebenarnya ada dua penemuan, namun satu benda lagi yang terbuat dari batu andesit dicuri orang. Selama ini, jika ada jaladwara di sebuah tempat. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa daerah tersebut dahulu merupakan bekas petirtaan kuno. Terlebih ketersediaan air yang ada di kawasan penemuan jaladwara tersebut cukup melimpah.

Hanya saja, seperti bangunan peninggalan kerajaan lain di selatan Kali Serinjing. Semuanya berada 5-10 meter di bawah tanah. Tertimbun material bekas letusan Gunung Kelud. “Kami yakin di sana (kawasan Reco Bungkuk, Red) masih ada benda peninggalan lain. Namun perlu eksplorasi dan penelitian lebih jauh,” sebut Heri.

Daerah Reco Bungkuk ini berjarak 1,5 kilometer dari Kali Serinjing. Dua kilometer dari Candi Dorok, Desa Manggis. Candi yang terbuat dari batu bata merah itu terletak di bawah tanah. Terpendam akibat letusan Gunung Kelud. Seperti dua candi lain yang pernah ditemukan. Yakni Candi Nglarangan dan Candi Kepung. Bahkan tak jauh dari candi itu merupakan sungai corah. Sebuah jalur aliran lahar Kelud. Begitu juga kawasan Reco Bungkuk yang berada 300 meter di selatan jalur lahar yang melewati Desa Gadungan.

Selain jaladwara yang merupakan bagian dari petirtaan kuno, di Desa Gadungan ada benda purbakala lain. Yaitu berupa umpak, kepala kala, dan juga yoni. Tepatnya pada Punden Bakud di Dusun Gadungan Timur.  “Di rumah saya juga ada beberapa umpak kuno. Ada yang dicuri orang,” sebut Heri.

Keberadaan benda-benda bersejarah di Desa Gadungan itu menambah bukti adanya peradaban kuno di kawasan tersebut. Ditambah penemuan jaladwara yang masih menyisakan tanda tanya. Penelitian lebih jauh tentang kawasan penemuan tersebut pun juga masih perlu dilakukan lebih mendalam.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia