Kamis, 17 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

PT KAI Perbaiki Jembatan, Kereta Pagi Terlambat

10 April 2019, 12: 34: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

perbaiki rel kereta api

KEBUT: Pekerja PT KAI menyelesaikan pengerjaan jembatan penghubung Stasiun Kertosono-Purwoasri, dini hari kemarin.

Share this          

KEDIRI KOTA - Keberangkatan sejumlah kereta api di wilayah Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun mengalami keterlambatan kemarin dini hari. Penyebabnya adalah adanya proses pengerjaan pergantian dan pergeseran jembatan kereta api. Persisnya jembatan penghubung antara Stasiun Purwoasri- Kertosono dan Sembung-Kertosono.

Menurut Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, pihak Daop 7 sudah memperkirakan bakal ada keterlambatan. “Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan tersebut ternyata sesuai prediksi memang berdampak pada kelambatan di beberapa KA,” katanya.

Keterlambatan itu bervariasi. Mulai dari 28 menit hingga paling lama 243 menit. Yaitu pada KA angkutan BBM. Sementara KA lain yang terlambat di beberapa kota di Jawa Timur dari data yang dikeluarkan Daop 7 antara lain KA 156 Singasari, KA 92 Malabar, KA 172 Matarmaja, dan KA 176 Brantas.

Tak hanya itu KA 44 Bima, Jayakarta, Mutiara Selatan, dan Bangunkarta juga ikut mengalami keterlambatan. “Dari kelambatan yang terjadi di beberapa KA tersebut, kami atas nama PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Ixfan.

Ixfan mengharap, dengan selesainya pengerjaan jembatan bangunan hikmat (BH) 259 yang telah dilaksanakan bisa lebih meningkatkan pelayanan. Sehingga operasional jalur ganda koridor Jombang, Madiun, hingga Kedung Banteng bisa segera tersambung.

Ia menambahkan, pergeseran jembatan kereta api dan penggantian jembatan dari yang lama ke jembatan baru berjalan sesuai rencana. Kegiatan itu dipantau langsung oleh Vice President Daop 7 Madiun. Yakni dilakukan mulai pukul 00.40 WIB dan selsai pada 02.50 WIB. “Dalam pantauannya, pekerjaan berjalan relatif lancar. Namun saat dilakukan hujan deras mengguyur serta diikuti angin kencang, sehingga pelaksanaanya sedikit molor,” jelas Ixfan.

Sementara itu, pada pukul 03.15 WIB kemarin, jalur yang melewati jembatan menuju arah Sembung atau Purwoasri telah dibuka. Dan petak jalan dinyatakan aman untuk dilewati. Kemudian pukul 03.18 WIB hingga 04.08 WIB, uji coba jalur serta jembatan baru dilakukan menggunakan lokomotif dan 1 gerbong. Kemudian jembatan dinyatakan aman. Selanjutnya, pada pukul 04.10 WIB KA 156 Singasari menjadi KA pertama yang melewati jalur dan jembatan baru tersebut.

Vice President Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo menyampaikan, pengerjaan ini telah selesai dilaksanakan dengan aman dan lancar. Itu dilakukan oleh Satuan Kerja Direkorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) wilayah Jawa Timur. Kelambatan terjadi karena kehati-hatian. Agar keselamatan pekerja serta dampak yang lebih buruk akibat hujan deras bisa dihindari. Menurutnya, proses pengerjaan awalnya diperkirakan dua jam sepuluh menit. Namun alokasi waktu kerja bertambah menjadi 17 menit. Yang akhirnya pada pukul 03.07 baru terselesaikan. “Di sini PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun juga ikut langsung dalam pengawasan dan pengarahan. Ini agar selama pekerjaan berjalan selamat,” ujar Wisnu.

Untuk diketahui, pekerjaan pergeseran jembatan yang dilakukan oleh Tim Satker Jatim tersebut relatif berat. Karena dilihat dari kontruksi material untuk jembatan yang lama dengan panjang bentangan 105 meter dan berat beban 419,45 ton. Itu digantikan jembatan baru yang lebih besar yaitu dengan panjang bentangan 192 meter dan berat beban 1.105 ton. Atau dua kali lebih berat dari yang lama.

Pergeseran jembatan tersebut bertujuan untuk menggantikan jembatan eksisting satu jalur menjadi berkapasitas dua jalur. Sebagai penunjang untuk program  jalur ganda (double track) koridor Madiun- Jombang yang melewati wilayah utara Kabupaten Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia