Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (22)

Misteri Kerangka Manusia di Dusun Nglarangan

10 April 2019, 11: 45: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi kali serinjing

PENANDA: Pengendara motor melintas tapal batas yang menjadi penanda Dusun Nglarangan, Desa Krenceng, Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Dusun Nglarangan ditengarai sebagai salah satu daerah kuno. Sebuah dusun yang tak jauh dari Kali Serinjing. Pernah ditemukan candi hingga kerangka manusia yang hingga kini masih menjadi misteri.

Sekitar aliran Kali Serinjing memang menyimpan sejarah yang luar biasa. Menjadi wilayah penting di Kabupaten Kediri. Berbagai bukti yang ditemukan memperkuat adanya peradaban sejak dulu. Mulai zaman kerajaan hingga era-Kolonial Belanda. Termasuk satu daerah di Kecamatan Kepung bernama Nglarangan. Sebuah dusun yang masuk administrasi Desa Krenceng.

Selama ini tak banyak yang tahu tentang sejarah dusun satu ini. Yang jelas, dari cerita yang berkembang di masyarakat dahulu Dusun Nglarangan merupakan bekas hutan belantara yang sulit untuk dimasuki. Banyak orang mengatakan bahwa hutan tersebut merupakan kawasan terlarang.

Beberapa bukti sejarah sempat ditemukan di dusun yang terletak satu kilometer di selatan Kali Serinjing ini. Yang terbaru adalah penemuan kerangka manusia pada 2009 silam. Penemuan tersebut sempat menggegerkan masyarakat. Sebab, dari keterangan sesepuh desa, di lahan penemuan kerangka tersebut tidak pernah dijadikan makam desa sejak dulu. Sedikitnya ada delapan kerangka manusia yang ditemukan.

Dari keterangan Suparno, mantan Kepala Desa Krenceng, kerangka yang ditemukan itu kondisinya masih utuh. Lokasi penemuan itu diperkirakan sebagai pekuburan Islam. “Karena lubang satu dengan yang lain lurus. Dari barat ke timur. Kerangkanya membujur ke utara. Dan kafannya beberapa masih ada,” jelasnya. Disinyalir masih ada banyak kerangka di sekitarnya.

Begitu juga dari hasil forensik kepolisian, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga itu memperkuat bahwa kerangka yang ditemukan oleh penggali tanah urugan tersebut bukan merupakan korban saat terjadinya G30S/PKI. Memang dari keterangan Parno, bahwa di Dusun Nglarangan tidak pernah sebagai lokasi penimbunan jenazah terduga PKI kala itu.

Menurutnya, yang jelas dahulu sebelum menjadi dusun seperti saat ini, di sana sudah ada pemukiman kuno. Namun karena letusan Gunung Kelud membuat kawasan Dusun Nglarangan tertimbun material vulkanis gunung yang kerap meletus dahsyat tersebut. Abu vulkanik itu mengubur banyak bukti penting peradaban itu. Termasuk bukti keberadaan candi di dusun ini. “Batu lingga yoni juga masih ada,” jelasnya.

Candi tersebut ditemukan di pekarangan Sutarsih, warga setempat. Sebelah selatan masjid Dusun Nglarangan. Sempat dilakukan ekskavasi oleh BPCB Jawa Timur. Saat itu BP3 Trowulan. Itu pada 1996. Dan kini telah ditimbun kembali.

Bukti keberadaan candi tersebut hingga kini masih ada. Berupa lingga dan yoni yang disimpan di rumah Kepala Dusun Nglarangan. Bernomor registrasi 357/KDR/96.

Jika ditarik garis lurus, daerah ini hanya berjarak 300 meter dari Sumber Krenceng, sebuah sumber dengan aliran air yang deras dan masih difungsikan hingga sekarang. Meski saat ini di Dusun Nglarangan sudah tidak ada sumber, namun Suparno menyebut dulu sempat ada sumber di timur dusun.

“Saat saya kecil masih mengalir. Mengarah ke barat,” ujarnya. Menurutnya, sumber tersebut mengarah ke daerah penemuan candi yang ditengarai dibangun pada era Kerajaan Kediri hingga Majapahit itu.

Tak hanya itu, Suparno mengatakan juga sempat mengetahui ada sejumlah lumpang kuno di persawahan di timur dusun. Termasuk sumur yang dulu masih terdapat airnya. Namun saat ini daerah tersebut sudah rata dengan tanah dan digunakan untuk lahan budidaya warga.

Memang, dusun yang kini dihuni sekitar 1.300 jiwa itu berada di tengah-tengah areal persawahan. Terdapat jarak dari pemukiman desa lain. Bahkan di utara, timur, dan selatan merupakan hutan produksi milik Perhutani. Sementara bagian barat adalah tegal milik warga.

Dari sejumlah bukti tersebut, bisa dipastikan bahwa kawasan Nglarangan merupakan sebuah daerah kuno. Sempat ada peradaban yang terputus di beberapa zaman. Menjadi hutan terlarang di dekat Kali Serinjing yang kini kembali ada kehidupan.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia