Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

UNBK di Kediri: Sempat Padam 10 Menit

10 April 2019, 11: 13: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

unbk kediri

PENGARAHAN: Kepala SMAN 1 Plosoklaten Minuk S.K. saat memberikan pengarahan kepada peserta UNBK pada Kamis (4/4) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA telah berakhir kemarin. Secara umum, pelaksanaan di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri berlangsung lancar. Hanya, ada insiden kecil di hari terakhir  (8/4). Yaitu sempat terjadi pemadaman listrik di Kota Kediri.

Kasi Pendidikan SMA Prayitno mengatakan memang sempat ada insiden listrik padam. Yaitu di Kecamatan Mojoroto, terutama daerah Jalan Veteran. Otomatis SMA yang ada di kawasan tersebut ujiannya tertunda. “Mendapat laporan itu, kita langsung menghubungi PLN dan tidak sampai sepuluh menit sudah menyala,” jelasnya.

Walaupun ada insiden tersebut, Prayitno mengaku bahwa pelaksanaan UNBK tingkat SMA di wilayah Kediri tahun ini lancar. Tak ada kendala yang berarti. Dia berharap bahwa hasil UNBK tahun ini bisa maksimal. Memenuhi target prestasi yang diharapkan. “Selain pelaksanaan lancar, kejujuran tinggi, memang harus prestasi yang jadi utama. Karena kalau nilai siswa bagus juga akan mengangkat nama Kediri,” harapnya.

Apalagi Kediri merupakan salah satu kota yang memiliki prestasi bagus di Jatim. Selain Malang, Surabaya, dan Sidoarjo.

Tahun ini, UNBK memang bukan penentu kelulusan. Nilai ujian itu akan digabungkan dengan nilai harian di rapor. Hasil penghitungan nilai itulah yang akan digunakan sekolah untuk menentukan kriteria kelulusan.

Meskipun demikian, pihak cabdispendik menegaskan sudah mendorong nilai siswa agar di atas 5,5. Agar meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Soal ketidakhadiran siswa, menurutnya, ada dua siswa yang mengundurkan diri. Mereka adalah siswa dari SMA Kertanegara. Selain itu ada satu siswa yang sakit usus buntu dan harus dioperasi saat ujian. Siswa yang bersangkutan akan mengkuti ujian susulan yang akan berlangsung 15-16 April. Sedangkan soal kebocoran soal, dia menegaskan tak terjadi di Kediri.

Sementara itu, biologi dan sosiologi menjadi mata pelajaran (mapel) yang paling banyak diminati dalam UNBK SMA dan MA pada Senin (8/4). Dalam UNBK mapel jurusan pilihan, peserta UNBK memang diperbolehkan untuk memilih materi yang akan diujikan.

Seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Plosoklaten, mayoritas peserta UNBK di sana juga memilih kedua mapel tersebut. “Untuk siswa jurusan IPA mayoritas memilih biologi. Kalau dari jurusan IPS, sosiologi yang banyak dipilih,” ujar Wakil Kepala SMA Negeri 1 Plosoklaten Rahayu Suryaningsih.

Menurut Rahayu, mapel yang ditawarkan untuk murid jurusan IPA adalah biologi, fisika, dan kimia. Sementara untuk jurusan IPS, ekonomi, geografi, dan sosiologi.

Pemantapan materi diberikan kepada para peserta sesuai dengan yang dipilih. Dengan pemantapan itu murid-murid menjadi lebih fokus dengan mapel yang dipilihnya.

“Target kami nilai yang didapatkan murid-murid bisa meningkat dibanding UNBK tahun kemarin. Minimal di atas 5,5 lah,” harapnya.

Sementara itu, fenomena tak berbeda juga didapati di MA. Di sana juga mayoritas murid jurusan IPA dan IPS memilih biologi dan sosiologi. Sedangkan untuk murid jurusan bahasa mayoritas memilih mapel antropologi. Untuk diketahui, jurusan bahasa pilihannya antara lain antropologi, bahasa asing, dan sosiologi.

“Di aliyah juga ada jurusan agama. Dalam jurusan itu ada pilihan tafsir hadis dan bahasa Arab. Yang paling banyak dipilih murid adalah tafsir hadis,” ungkap Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Enim Hartono.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia