Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Lima KA Bakal Alami Keterlambatan

Pekerjaan Pergeseran Jembatan Sungai Brantas

09 April 2019, 10: 03: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

HAMBAT PERJALANAN: Sejumlah pekerja proyek double track Jombang-Madiun di Jembatan Brantas, Kertosono. (HUMAS PT KAI DAOP 7 Madiun for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Proses pekerjaan pergeseran Jembatan Sungai Brantas jalur double track Jombang-Madiun di Kertosono bakal menghambat sejumlah perjalanan kereta api (KA), Selasa besok lusa (9/4). PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan ada 5 perjalanan KA yang akan mengalami keterlambatan selama pekerjaan tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, pekerjaan Jembatan Sungai Brantas jalur double track di wilayah Kertosono akan dimulai Selasa dinihari. Pihaknya memperkirakan pekerjaan tersebut memakan waktu sekitar 130 menit. “Lebih dari dua jam,” kata Ixfan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Dengan proses pekerjaan tersebut, Ixfan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penutupan jalur dengan semboyan 3 (stop) yang mengarah Kertosono-Sembung, Kertosono-Baron dan Kertosono-Purwoasri. Pemberlakuan penutupan tersebut dijadwalkan dimulai ketika KA Malioboro Express jurusan Jogjakarta-Malang yang masuk Stasiun Purwoasri. “Sekitar pukul 00.40 sampai 02.50,” ungkapnya.

          Ixfan menerangkan, pekerjaan pergeseran jembatan bertujuan menggantikan jembatan eksisting satu jalur menjadi dua jalur. Pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih dari dua jam itu memiliki kontruksi material yang berat. Semula jembatan lama dengan panjang bentangan 105 meter dan beban 419,45 ton digantikan jembatan baru dengan panjang bentangan 192 meter dan beban 1.105 ton. “Bebannya dua kali lebih berat dari jembatan lama,” terang pria asal Surabaya ini.

          Karena pekerjaan yang berat itu, Ixfan mengatakan, pergeseran jembatan dimulai dinihari. Hal itu untuk meminimalisir gangguan keterlambatan KA yang lebih banyak. Dengan demikian, jika dilakukan pada jam-jam tersebut, frekuensi perjalanan KA tidak terlalu padat.

          Ixfan menyebut, setidaknya ada lima perjalanan KA yang bakal mengalami keterlambatan. Empat di antaranya keterlambatan lebih dari 30 menit. Yakni KA Singasari jurusan Pasar Senen-Blitar sekitar 96 menit, KA Bangunkarta jurusan Gambir-Gubeng sekitar 75 menit dan KA Jayakarta jurusan Pasar Senen-Gubeng sekitar 73 menit. Terakhir, KA barang Madiun-Beteng terlambat sekitar 82 menit.

          Adapun KA Malabar jurusan Bandung-Malang akan terlambat sekitar 10 menit. Atas keterlambatan itu, PT KAI akan mengembalikan bea 100 persen bagi pelanggan yang membatalkan keberangkatan. Selain itu, mereka juga memberikan service recovery apabila keterambatan lebih dari 3 jam. “Kami juga aktif memberikan informasi keterlambatan di stasiun pemberhentian maupun di KA,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia