Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (21)

Fondasi Pabrik Masih Berdiri Kukuh 

08 April 2019, 14: 37: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi kali serinjing

PUING SEJARAH: Warga melihat kondisi fondasi bangunan bekas pabrik kopi dan karet Karangan di bantaran Kali Serinjing sisi utara, Desa/Kecamatan Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Bekas pabrik kopi dan karet Karangan masih terlihat. Tepat di bantaran utara Kali Serinjing.Dahulu bangunan itu cukup besar dan penting di masanya.

Cukup mudah menemukan bekas pabrik ini. Sekitar 300 meter ke arah utara dari Jalan Raya Harinjing. Jalan utama yang ada di Kecamatan Kepung. Letak bekas bangunannya ada di bantaran Kali Serinjing sisi utara. Berbatasan di antara Dusun Kepung Tengah dan Dusun Karangan. Keduanya masuk Desa Kepung.

Jika dari Dusun Kepung Tengah hendak menuju Desa Damarwulan. Lokasi bekas pabrik ini bisa dilihat di sisi timur jalan. Berupa fondasi bangunan setinggi 3,5 meter. Membujur dari utara ke selatan.

Namun yang paling tampak jelas adalah di bagian utara. Masih kukuh dengan warna tembok gelap. Fondasi itu diduga sebagai tembok pembatas bagian luar pabrik.

Sementara lebih masuk ke timur masih ada sisa bangunan yang cukup unik. Sisa fondasi empat pilar yang sudah roboh. Di bagian tengah ada lorong seperti lubang pembakaran. Bangunan itu berbentuk persegi dengan panjang 6 meter di setiap sisinya. Untuk tinggi bangunan yang masih berdiri sekitar 2,5 meter. Bangunan tersebut saat ini ada di tengah lahan jagung milik warga.

Menyusuri sekitar bekas bangunan tersebut, banyak bongkahan batu-bata yang berserakan. Beberapa ada yang tersusun rapi. “Dulu pada tahun 1980-an banyak besi-besi panjang. Tapi sudah diambil warga,” kata Sipon, warga yang tinggal di dekat bekas bangunan pabrik itu.

Selain besi-besi panjang, di sudut sekitar fondasi, Sipon menyebut, masih ada beberapa pipa dari besi. Namun pipa tersebut kondisinya terpendam. Pipa itulah yang digunakan sebagai sarana pengairan di sekitar pabrik kala itu.

Sementara itu, tidak ditemukan bekas fondasi lori seperti di bekas pabrik lain. Hal ini sesuai dengan peta Belanda tahun 1923-1924. Bahwa di sana tidak dilewati jalur lori. Hanya ada jalur kereta milik Kediri Stoomtram Maaschapppij (KSM). Haltenya di selatan jalan. Menuju pabrik Kopi Sente yang masuk Onderneming Soekaboemi.

Selain bukti bekas fondasi bangunan utama pabrik. Tak jauh dari sana juga masih ada bekas fondasi milik rumah dinas yang ditengarai adalah administrator pabrik. Sebab di peta Belanda tampak jelas bahwa bangunan tersebut berukuran cukup besar.

Ada di barat laut bekas bangunan utama pabrik. “Daerah itu namanya kandang bedil (kandang senapan). Dulu juga banyak besi dan pernah ditemukan senapan,” jelas Sipon.

Saat ini fondasi yang dimaksud sudah ditumbuhi semak belukar. Di bawah hutan sengon. Memang jika dilihat fondasinya masih utuh dan kukuh. Sayangnya tidak lagi terlihat karena tertutup rimbunnya semak-semak yang tumbuh di sana.

Bukti keberadaan pabrik kopi dan karet Karangan ini juga sempat ditulis pada salah satu surat kabar di era Kolonial Belanda De Indische Courant. Terbit pada 17 Oktober 1930. Di sana tertulis kata Koffie en Rubber Onderneming Karangan, desa Kepoeng, district Paree, afdeeling en residentie Kediri.

Memang produksi perkebunan utamanya tebu dan kopi di daerah Kediri sudah terkenal sejak dulu. Bahkan menjadi komoditas penting saat itu. Lokasi produksinya paling banyak adalah di lereng Gunung Kelud. Juga ada beberapa di lereng Anjasmoro, Kandangan.

Hal ini juga sempat disinggung pada buku berjudul Hindia Belanda 1930 oleh Dr. J. Stoomberg. Menyebut bahwa pengolahan kopi Pulau Jawa dipusatkan di bagian timur pulau. Karesidenan Besuki, Pasuruan dan Kediri.

Pada tahun 1928, sebanyak 76 persen dari total produksi kopi Hindia Belanda berasal dari wilayah-wilayah ini. Tak heran jika di Kabupaten Kediri utamanya wilayah timur, dahulu banyak berdiri pabrik pengolahan kopi.

Namun keberadaan bekas pabrik kopi yang pernah berjaya itu kini hanya fondasinya saja. Termasuk pabrik kopi dan karet Karangan yang ada di bantaran Kali Serinjing. Menjadi salah satu bukti sejarah bahwa daerah aliran Serinjing menjadi kawasan penting. Terutama untuk komoditas perkebunan yang dulu menjadi bahan produksi utama. 

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia