Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (19)

Fondasi Masjid Bayem itu Bekas Pabrik Agave

06 April 2019, 13: 12: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi kali serinjing

FONDASI MASJID: Lubang yang ada di bagian bawah pondasi bekas pabrik Agave yang saat ini dijadikan masjid. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Sejumlah bangunan pabrik perkebunan milik Belanda pernah berdiri di dekat aliran Kali Serinjing. Salah satunya adalah pabrik pengolahan serat agave, yang biasa digunakan untuk minuman beralkohol. Kini, di atas fondasi pabrik itu berdiri masjid.

Selain terkenal sebagai sarana irigasi, wilayah sekitar Kali Serinjing juga menjadi tempat berdirinya banyak industri. Faktor bahwa daerah sekitar aliran sungai itu merupakan tempat yang subur adalah salah satu alasan. Banyak pabrik yang berdiri, terutama pada zaman kolonial Belanda. Mulai dari perkebunan kopi, tebu, ketela pohon, hingga pengolahan serat agave.

Khusus untuk pabrik pengolahan serat agave, saat ini tidak banyak orang yang tahu. Sebab, memang  hanya tinggal bekasnya saja. Serta cerita dari orang-orang tua yang hidup pada masa itu. Pabrik itupun kini nyaris tak berbekas. Hanya tersisa beberapa bagian saja. Terutama fondasinya yang masih bisa dilihat.

Jika mengacu pada peta Topografische Inrichting, Batavia tahun 1914, pabrik tersebut bernama Vezelfabriek. Terletak di wilayah Onderneming Karangdinaja atau Perkebunan daerah Karangdinoyo. Tepatnya di Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung. Sementara perkebunan untuk budidaya agave sendiri ada disejumlah wilayah yang cukup luas. Hingga perbatasan Kecamatan Puncu yakni Onderneming Naba dan Poentjoe.

Dari sejumlah sumber, agave merupakan jenis tanaman yang dulu dimanfaatkan untuk serat alam. Penanaman berkembang di Indonesia sejak 1913, seiring dengan kebutuhan bahan baku tali dan industri lainnya. Tak hanya itu selain serat alam, agave juga dikenal sebagai penghasil tequila. Minuman beralkohol yang sangat terkenal. Tequila dihasilkan dari tanaman Agave tequilana setelah melalui proses destilasi dan fermentasi.

masjid bayem

KOKOH: Masjid Bayem yang berdiri di atas fondasi bekas pabrik pengolahan serat agave. Pabrik ini membuat tequila untuk pasar Eropa. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Sisa-sisa keberadaan Pabrik Agave di Karangdinoyo masih bisa dilihat. Namun untuk bangunan utama hanya tinggal fondasinya saja. Bahkan salah satu bangunan saat ini fondasinya digunakan untuk bangunan masjid. Yakni Masjid Bayem, Karangdinoyo. “Baru dibangun tahun 1981. Ini fondasinya bekas bangunan pabrik,” kata Sukarni, warga sekitar. Dari keterangannya, sebagian besar batu-bata yang digunakan untuk masjid tersebut juga bekas dari bongkahan bangunan pabrik.

Bukti lain yang sangat jelas adalah fondasi di sebelah timur masjid. Berupa fondasi yang tampak kukuh. Ada juga fondasi bangunan di bawah masjid, bisa dilihat dari sebelah barat. Berupa ruangan bawah tanah dan masih bisa dimasuki orang. “Bata yang digunakan ukurannya besar-besar,” jelas Sukarni.

Masjid tersebut berada di kawasan pemukiman Dusun Karangdinoyo, hanya 300 meter di barat Kali Serinjing. Bahkan dari beberapa pendapat, pernah ada gorong-gorong yang ditemukan menuju aliran sungai yang membelah Kecamatan Kepung tersebut. Sementara dari Jalan Harinjing, Kepung lokasinya sekitar 400 meter. “Dulu daerah sini banyak jalur lori. Ada yang langsung menuju pabrik Kencong (PG Kentjong),” sebut Sukarni.

Kawasan tersebut belum termasuk tempat tinggal pegawai pabrik. Jika kawasan pabrik saat ini telah menjadi pemukiman dan masjid, untuk rumah dinas pegawainya dekat dengan jalan raya. Bahkan saat ini salah satu yang masih tersisa adalah rumah dinas Camat Kepung yang ada di dalam kantor kecamatan.

Di peta Belanda, ada 10 rumah yang saling berdekatan. Sementara 2 rumah lainnya jauh agak ke timur. Rumah-rumah tersebut dekat dengan dengan Stasiun milik Kediri Stoomstram Matschappij (KSM) sektor Paree-Kepung yang dibangun pada 1898.

Bekas perumahan milik pegawai kebanyakan sudah rata dengan tanah. Hanya ada beberapa yang tampak fondasinya. Juga ada sumur yang cukup besar. Itu di belakang kantor Kecamatan Kepung. Namun saat ini kondisinya sudah tidak terlihat akibat tumpukkan sampah yang dibuang warga di sana.

Setidaknya keberadaan bekas pabrik Agave di dekat Kali Serinjing ini menjadi bukti pentingnya kawasan tersebut di era Belanda. Bahkan selain Pabrik Agave, di dekat Kali Serinjing Kecamatan Kepung juga ada pabrik lain seperti pabrik kopi Sukabumi di Onderneming Soekaboemi, sekarang Desa Siman, dan pabrik kopi Karangan, Desa Kepung yang dulu masuk Onderneming Redjoagung.  

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia