Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan dan Mutilasi Budi: Penyelidikan Mengarah ke Soal Asmara

Polisi Curigai Saksi yang Terakhir Bertemu

06 April 2019, 12: 58: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

RAMAH: Budi Hartanto semasa hidup.

RAMAH: Budi Hartanto semasa hidup.

Share this          

KEDIRI KOTA – Polisi mulai mengerucutkan arah penyelidikan mereka dalam kasus pembunuhan Budi Hartanto, 28. Kini polisi lebih memfokuskan pada kemungkinan pembunuhan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto itu disebabkan faktor ‘asmara’.

Sebelumnya polisi masih memetakan tiga motif dalam kasus yang menggegerkan warga Kediri dan Blitar ini. Yaitu karena perampokan, asmara, dan balas dendam. Ternyata, polisi melihat dua motif lain sangat kecil kemungkinannya. “Sampai sekarang indikasi yang terkuat adalah (karena masalah) asmara,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, saat dihubungi melalui telepon genggam kemarin.

Lalu, asmara seperti apa yang membelit tenaga honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri tersebut? Barung belum bersedia menerangkan. Sebab, hal itu masuk pada materi penyelidikan. Barung hanya mengatakan bahwa keyakinan polisi bahwa Budi dibunuh karena soal asmara itu berdasarkan keterangan para saksi.

Menurut Barung, berdasarkan keterangan para saksi, motif pembunuhan dengan cara mutilasi ini memang mengarah ke persoalan pribadi korban. Persoalan asmara. Namun, seperti apa persisnya, polisi masih terus melakukan pendalaman. “Masih dalam penyelidikan mendalam terhadap indikasi motif pembunuhan berdasarkan asmara,” imbuh Barung.

Ketika ditanya apakah pembunuh Budi Hartanto teman kencan korban, Barung buru-buru mengelak. “Itu masih diselidik. Polisi tidak berani gegabah memastikan hal seperti itu,” elak Barung.

Budi Hartanto dimutilasi

SISIR TKP: Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira memimpin langsung pencarian potongan tubuh korban mutilasi di Kali Temas Lama, Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, kemarin. (M Subchan for radarkediri.id)

Sementara itu, motif pembunuhan karena persoalan asmara sudah terembus sejak kasus ini muncul. Sebab, ada rumor bahwa korban mengalami orientasi seksual yang berbeda. Hal itu yang sepertinya juga menjadi fokus penyelidikan polisi. Sebab, dari 14 saksi yang diperiksa semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Benarkah? Lagi-lagi, ketika ditanya hal itu Barung menolak. Menurutnya, polisi juga tidak mau buru-buru memastikan hal itu. Penegak hukum ingin mendapatkan data-data yang akurat terlebih dulu sebelum memastikannya.

Mayat Budi ditemukan dalam kondisi termutilasi pada Rabu (3/4) pagi. Kepala korban dipenggal. Kemudian tubuhnya yang telanjang dimasukkan koper besar warna hitam. Koper itu dibuang di dekat jembatan di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Hingga dimakamkan pada Kamis dini hari kepala korban belum ketemu.

Selain bagian tubuh itu yang belum ketemu, barang-barang yang dibawa korban saat terakhir kali terlihat juga masih jadi misteri. Barang-barang itu adalah Honda Scoopy yang dikendarai korban, tas laptop yang berisi laptop dan sejumlah uang, serta handphone milik korban. Barang-barang itu dibawa korban pergi pada Selasa (2/4) sore. Dengan tujuan awal ke Blitar untuk memberikan les tari.

Sementara itu, polisi dari Polres Blitar Kota kembali melakukan penyisiran di TKP kemarin. Dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Adewira Negara Siregar.  Penyisiran dimulai sekitar pukul 09.30. Tujuannya mencari kepala korban. Polisi menyisir sepanjang Kali Temas Lama mulai ujung timur hingga barat. "Kami ingin pastikan potongan tubuh korban ini apakah ada tertinggal di sekitar lokasi atau tidak," ujar Adewira Negara Siregar.

Selama 30 menit polisi mencari. Namun upaya itu gagal menemukan yang dicari. Demikian pula upaya polisi untuk mencari benda-benda milik korban. "Hasilnya masih nihil. Tetapi anggota kami tetap berupaya keras untuk menemukan kepala korban," terang perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Polres Blitar Kota sendiri mengaku telah memeriksa 14 saksi. Terdiri dari 11 orang saksi dari Kediri dan 3 dari Blitar. Kesebelas saksi dari Kediri kebanyakan adalah orang yang berhubungan dekat dengan korban. Baik kerabat maupun teman dekat. “Kebanyakan teman dekat Budi, baik yang berasal dari Kediri maupun Nganjuk. Sedangkan yang dari Blitar adalah yang menemukan mayat,” terangnya.

Adewira menambahkan, saat ini polisi mulai mendapatkan titik terang dalam kasus ini. Polisi, menurutnya, sudah memeriksa saksi yang diduga bersama untuk terakhir kali dengan korban. Saksi tersebut adalah pria berinisial I. Warga Kediri. Namun, polisi masih belum bisa membeberkan lebih jauh siapa saksi berinisial I tersebut. "Kami sudah memeriksanya. Diduga dia yang terakhir bersama dengan korban," kata Adewira.

Menurutnya, keterangan dari saksi I itu bisa membuka jalan untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya. "Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama kami berhasil mengungkap siapa pelaku. Apa motifnya dan di mana potongan tubuh berupa kepala Budi berada," ujar polisi ramah ini.

 Diduga, saksi yang l terakhir bersama korban itu muncul setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan berbasis teknologi. Polisi sempat melacak keberadaan ponsel milik korban. Nah saat itu, diketahui rekaman data ponsel milik korban kuat dugaan menunjukkan saksi I yang terakhir bersama korban. Apakah I dan korban ini pasangan atau bukan, polisi tidak tahu. "Kami tidak tahu. Yang pasti, dari pelacakan teknologi ponsel milik bersangkutan (korban, Red) mengarah ke saksi I," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut Ade, saksi I merupakan teman yang baru dikenal korban. "Informasinya baru dikenal korban. Ada kemungkinan pada 2 April malam itu mereka akan bertemu," ujar Ade.

Namun, jelas Ade, kemungkinan sebelumnya keduanya bertemu. "Bertemu dalam kaitannya apa, kami tidak tahu. Ini sedang didalami anggota," ungkap mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia