Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Info Pemilu 2019: Menekan Golput para Transgender

06 April 2019, 12: 49: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Info Pemilu 2019

Info Pemilu 2019

Share this          

KEDIRI KOTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri menilai bahwa angka partisipasi dalam pemilihan umum (pemilu) kalangan transgender cukup rendah. Untuk itu pada pemilu tahun ini, kaum minoritas tersebut menjadi sorotan Bawaslu agar memiliki kesadaran akan pentingnya menyuarakan hak pilih mereka.

Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur menyampaikan, mengacu pada tahun lalu, sangat jarang waria yang melakukan pencoblosan saat pemilu. Angka partisipasinya pun sangat rendah. Karena itu, Bawaslu akan melakukan tindakan secara masif untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

“Kami akan melakukan pendekatan secara intensif. Pendekatan tersebut seperti memberikan sosialisasi kepada mereka akan pentingnya menyuarakan hak pilih dalam penyelenggaraan Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang,” kata Mansur.

Mansur menyebut, dari jumlah data yang tercatat di Bawaslu. Setidaknya ada 100 lebih kaum waria yang tinggal di Kota Kediri. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya hadir dalam memberikan hak pilih. Menurut Mansur mereka cenderung pasif dalam menilai pemimpin atau pejabat yang akan mencalonkan sebagai anggota legislatif maupun presiden.

Dari jumlah itu terhitung hanya 20% - 25% saja yang datang untuk memberikan hak suara pilihnya. Tentu saja ini menjadikan pekerjaan rumah bagi pihak Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas sebagai badan pengawasan.

Mansur mengaku, rendahnya hak pilih pada kaum waria, karena sikap acuh mereka terhadap kenegaraan. “Karena minoritas menjadikan mereka merasa dikucilkan,” ujarnya. Padahal karena warga negara Indonesia mereka berhak menyuarakan hak pilihnya pada saat penyelenggaraan Pemilu.

Mereka cenderung apatis, dan cuek untuk menyuarakan hak pilihnya. Mereka berfikir siapa pun DPR-nya atau siapa pun presidennya. Pekerjaan mereka akan tetap seperti itu. “Stigma seperti itu yang akan kita sampaikan agar suara mereka tetap bisa kita tampung juga,” jelasnya.

Menurutnya ini merupakan hal baru yang dilakukan Bawaslu selama ini. Rencanannya mereka akan diundang sosialisasi dengan perempuan dan transgender pada Jumat, (12/4) nanti. “Yang jelas kita akan segera lakukan sosialisasi kepada mereka. Bagaimana nanti kita akan memberikan pemahaman kepeda mereka akan pentingnya pemilihan umum ini,” tandasnya.

Mansur beranggapan bahwa tidak ingin setiap warga Indonesia tidak di perhatikan. Semuanya telah tertuang di undang-undang bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk memilih pemimpinya dan berpartisipasi pada Pemilu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia