Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Mayat Tanpa Kepala: Dibunuh karena Motif Asmara?

05 April 2019, 18: 36: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

DIMAKAMKAN: Warga dan keluarga mengantarkan jenazah Budi, korban mutilasi ke pemakaman setempat. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Polisi masih terus mengulik kasus pembunuhan sadis yang menimpa Budi Hartanto, 28, warga Tamanan, Kota Kediri. Meskipun tubuh korban yang ditemukan di Sungai Termas Lama, Udanawu, Kabupaten Blitar itu sudah dikubur, polisi masih terus mencari potongan kepala yang hilang.

Beredar kabar, kasus pembunuhan ini terkait dengan persoalan asmara. Terkait hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera,  belum bersedia membeberkan lebih lanjut. Sebab menurutnya, polisi masih terus mendalami kasus ini.

Dia hanya menegaskan bahwa polisi akan mengerahkan kemampuan maksimalnya agar kasus ini segera terkuak.“Sabar dulu, (kasus) ini masih dalam tahap penyelidikan,” elak Barung ketika didesak.

Barung juga menegaskan, saat ini Polda Jatim sudah membentuk tim khusus. Perwira ini mengatakan, dugaan awal ada dua lokasi yang menjadi tempat terakhir kerabat melihat Budi. “Ada di Kediri dan Blitar,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Budi Hartanto ditemukan mayatnya pada Rabu (3/4) pagi di sungai yang ada di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Penemu pertama mayat tersebut adalah warga sekitar yang bernama Imam.

Tubuh Budi Hartanto ditemukan dalam keadaan tidak memakai baju dengan tubuh terlipat di dalam koper hitam besar. Resleting koper itu sedikit terbuka. Selain itu, kepala Budi juga tidak ditemukan di dalam koper maupun di sekitar area saat ditemukan.

Tubuh tanpa kepala itu kemudian dibawa oleh polisi ke RSUD Mardi Waluyo Blitar. Polisi kemudian mendatangkan tim otopsi dari RS Bhayangkara Kediri.

Identitas tubuh tanpa kepala ini berhasil diketahui oleh petugas setelah melakukan pemeriksaan sidik jari. Pihak kepolisian dan pihak RS Mardi Waluyo juga melakukan beberapa tes kepada keluarga korban. Yaitu dengan mencocokan

deoxyribonucleic acid (DNA) korban dengan orang tua korban. Sampel DNA dari orang tua dan korban diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya.

Selain itu, yang memudahkan proses identifikasi korban adalah pengakuan pihak keluarga. Mereka meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Budi Hartanto dari tubuhnya.

Setelah yakin, jenazah itu dibawa ke rumah Duka di Kediri pada Rabu (3/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Proses pemakaman berlangsung Kamis sekitar pukul 00.30 WIB. 

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia