Rabu, 03 Mar 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Satpam Tewas di Mobil Damkar

Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh saat Tidur

05 April 2019, 12: 30: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Tewas

IDENTIFIKASI: Petugas dari Puskesmas Rejoso bersama tim inafis memeriksa kondisi jenazah Ali, kemarin pagi. (Polsek Rejoso for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Sejumlah pekerja di PT Mitra Saruta Indonesia, di Desa Gempol, Rejoso, kemarin pagi geger. Pasalnya, M. Ali Maskur, 41, asal Desa Cepoko, Berbek, ditemukan tewas di dalam mobil pemadam kebakaran milik perusahaannya. Pria yang bekerja sebagai satpam itu diduga meninggal karena sakit.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Rabu (3/4) malam, Ali mendapat giliran jaga hingga pukul 03.00 bersama dua temannya. Sebelum Subuh, dia berpamitan kepada temannya untuk beristirahat.

          Agar tidak terganggu, dia memilih tidur di dalam mobil pemadam kebakaran. Dua teman Ali lainnya beristirahat dengan jarak sekitar delapan meter.

          Sekitar pukul 05.00, dua teman Ali sudah bangun. Tetapi, tak seperti biasanya, dia tetap belum keluar dari mobil. Tanti Hendari, 40, teman Ali asal Desa Senjayan, Gondang mendatanginya.

          Begitu membuka pintu mobil, dia langsung terkejut. Sebab, posisi tubuh Ali tak karuan. Badannya dalam posisi miring. Kemudian, kepalanya di bawah jok mobil dan kakinya di setang kemudi. “Saksi masih berusaha membangunkan korban,” ujar Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin.  

          Beberapa kali dipanggil namanya, Ali sama sekali tak merespons. Tanti yang ketakutan lantas memanggil tiga temannya. Saat itulah diketahui jika Ali sudah tewas. Badannya kaku dan tidak lagi bernafas.

          Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak perusahaan dan diteruskan ke Polsek Rejoso. “Kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

          Dalam olah tempat kejadian perkara (tkp), polisi sama sekali tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena sakit.

          Apalagi, menurut keterangan keluarganya, Ali memiliki riwayat epilepsi. “Diduga korban meninggal akibat penyakit epilepsinya kambuh dan tidak ada yang mengetahuinya,” imbuh Burhan.

          Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, Burhan langsung menyerahkan jenazah Ali ke pihak keluarga untuk dimakamkan. “Keluarga tidak berkenan jika jasadnya diotopsi. Makanya, langsung diserahkan,” tandas Burhan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news