Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (17)

Situs Genuk Watu

04 April 2019, 19: 26: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

genuk watu

GENUK WATU: Pohon beringin besar yang menjadi tanda lokasi situs Genuk Watu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Tak hanya di kawasan timur dan tengah, di barat aliran Kali Serinjing juga ada bukti peninggalan bersejarah. Berupa tempayan kuno yang menjadi cikal bakal nama dusun di kawasan itu.

Situs Genuk Watu namanya. Sesuai nama dusun tempat ditemukannya situs tersebut. Terletak di area persawahan. Tepatnya di Dusun Genuk Watu, Desa Nanggungan, Kayenkidul. Tak sulit untuk menemukan situs tersebut. Sekitar 1,5 kilometer ke arah barat dari Jalan Raya Pagu-Plemahan, Desa Padangan. Hanya 800 meter di utara Kali Serinjing.

Pohon beringin besar menjadi penanda situs itu. Berupa tempayan yang terpendam di tanah. Di antara akar-akar beringin yang melilitnya. Memang, ukuran tempayan tersebut tidak terlalu besar. Itu jika dilihat dari diameter bibirnya. Namun konon apabila dilihat bagian bawahnya ukuran tempayan yang terbuat dari batu andesit tersebut cukup besar.

Menurut Yanto, warga di sana, warga punya mitos terhadap genuk watu itu. Yaitu apabila terjadi hujan lebat dan tempayan atau gentong itu penuh dengan air, wabah penyakit akan terjadi di dusun tersebut.

Pohon beringin dan Genuk Watu ada di tengah areal persawahan. Namun tak jauh dari jalan desa yang sudah beraspal. Situs tersebut sangat terjaga. Sekitarnya juga cukup bersih dan terawat. Konon keberadaan situs ini tak lepas dari cerita yang berkembang sejak tahun 1800 an.

genuk watu ekspedisi serinjiing

DI TENGAH SAWAH: Lubang yang merupakan bibir tempayan di situs Genuk Watu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

“Ceritanya dulu saat Adipati Cakraningrat mengunjungi sawah ini disediakan minum pada gentong berupa genuk dari batu ini. Sehingga dusun ini dinamakan Genuk Watu,” katanya.

Dari cerita masyarakat, areal persawahan tersebut dahulu merupakan tanah ganjaran. Atau tanah yang diberikan kepada pejabat yakni Adipati Cakraningrat tersebut. Bahkan hingga kini, areal tersebut masih digunakan sebagai tanah ganjaran (bengkok, red) untuk Kepala Dusun Genuk Watu.

Jika ditelaah lebih jauh lagi, lokasi Genuk Watu ini dekat dengan Prasasti Tangkilan. Hanya dua kilometer. Bedanya jika Tangkilan ada di selatan Kali Serinjing, Genuk Watu ini ada di utaranya. Sehingga sangat mungkin bahwa kawasan ini dahulu memang merupakan pemukiman kuno.

Hal yang menarik adalah nama-nama dusun di Desa Nanggungan. Selain Genuk Watu, ada empat dusun lain yang bernama unik. Yakni Kereweng, Santren, Ngandong, dan Sumur.

Dari nama dusun tersebut secara kosmologi bisa diartikan sebagai bekas-bekas sisa pemukiman yang diistilahkan menjadi nama daerah di Desa Nanggungan. Apalagi tak jauh dari desa ini juga mengalir Kali Serinjing yang menjadi sungai bersejarah di Kabupaten Kediri.

Di sisi lain, kawasan tersebut dahulu sangat dimungkinkan masih dalam satu kawasan dengan Wanua Tangkilan. Yang juga menjadi kawasan tanah perdikan atau tanah sima yang bebas dari pajak di Era Raja Bameswara, Kerajaan Kediri. 

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia