Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (15)

Penyuplai RS hingga Jadi Obat

03 April 2019, 17: 16: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi kali serinjing

ALAMI: Tangga yang digunakan untuk akses menuju sumber utama Sumber Krenceng. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Banyak sumber air di dekat aliran Kali Serinjing. Terutama di sisi selatan. Seperti Sumber Krenceng. Sumber yang jadi pemasok utama air ke RS HVA ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Selain dikenal sebagai daerah yang subur, aliran Kali Serinjing juga memiliki bnayak sumber air di sekitarnya. Sumber air tersebut juga menjadi bukti bahwa zaman dahulu Serinjing menjadi kawasan penting.

Salah satu dari sekian banyak sumber itu adalah Sumber Krenceng. Sumber ini menjadi sarana kehidupan yang dimanfaatkan banyak orang.

Untuk menuju ke lokasi sumber tidak terlalu sulit. Hanya saja harus melewati jalan berbatu di tepi persawahan. Dari Jalan Raya Pare-Kandangan, Dusun Kwagean, Krenceng, jaraknya tak lebih satu kilometer. Jika ditarik garis lurus dari Kali Serinjing hanya 300 meter. Bahkan sebagian aliran dari sumber ini juga bermuara ke Kali Serinjing di Dusun Templek, Desa Gadungan, Puncu.

Suasana asri dengan lebatnya vegetasi membuat kawasan Sumber Krenceng sangat sejuk. Ditambah suara gemericik air dan kicauan burung membuat daerah tersebut semakin hidup.

Sumber Krenceng menjadi salah satu sumber air besar di dekat Kali Serinjing. Hingga dulu sumber tersebut sudah dimanfaatkan. Salah satunya adalah untuk suplai air ke RS HVA Toelongredjo Pare. Hal ini dibuktikan dengan prasasti bertulis HVA 1908 yang ada di sana. Pipa besi dengan ukuran yang cukup besar juga tampak di sumber tersebut.

HVA atau Handels Vereeniging Amsterdam merupakan perusahaan yang didirikan sejak era kolonial Belanda pada 1878. Selain memiliki unit usaha produksi di bidang perkebunan terutama industri gula, HVA juga memiliki unit non-produksi berupa fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah RS HVA Toelongredjo, Pare yang sebelumnya bernama Inlandsch Hospital Toelongredjo.

Rumah Sakit HVA sebagai penunjang aktivitas perusahaan yang sebagian besar ada di wilayah Kabupaten Kediri. Berbagai pabrik gula didirikan di sini. Di antaranya adalah PG Ngadiredjo, PG Kentjong, PG Tegowangi, PG Kwarasan, PG Menang, serta satu pabrik Serat Djengkol. Bahkan hingga saat ini rumahsakit yang ada di Jalan Ahmad Yani Pare itu menjadi salah satu fasilitas kesehatan terlengkap di daerah Kediri. Tak ayal jika rumah sakit itu dulu membutuhkan suplai air yang memadai. Kemudian mengambil dari Sumber Krenceng yang jaraknya mencapai 3,5 kilometer tersebut.

Selain untuk kebutuhan RS HVA, dari sumber yang terletak di perbatasan antara Desa Krenceng, Kepung dan Desa Gadungan, Puncu itu juga digunakan sebagai suplai air ke Pabrik Sutra. Namun kini alirannya dihentikan lantaran produksi sutra di sana juga sudah tidak lagi berjalan. “Ada satu aliran lagi ke PDAM Pare. Itu dibangun usai kemerdekaan dan masih berfungsi sampai sekarang,” kata Sumaryo penduduk setempat.

Sumaryo memaparkan, selain kebutuhan tadi, salah satu mata air di sumber tersebut juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap hari tertentu banyak warga luar daerah yang datang ke sana untuk mengambil air dan dibawa pulang. “Dari luar kota banyak yang ke sini. Banyak yang sembuh setelah minum air dari Sumber Krenceng,” ujarnya.

Tak jauh dari Sumber Krenceng, sekitar 1 kilometer ke arah timur, sebenarnya terdapat situs purbakala. Yakni Candi Nglarangan. Namun keberadaan bangunan candi tersebut saat ini tidak dapat diketahui karena sudah ditimbun kembali pasca-ekskavasi 1990-an. Keberadaan Sumber Krenceng menambah keberagaman aktivitas bersejarah di sekitar Kali Serinjing yang sangat bermanfaat sejak dulu hingga sekarang.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia