Kamis, 24 Oct 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (13) 

Dua Arca Terpenggal di Tempat Sakral

31 Maret 2019, 13: 15: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi serinjing

TIDAK UTUH: Arca Ganesha dan Dwarapala yang masih lestari meski bagian mahkota dan kepalanya tak utuh di alun-alun Kelurahan/Kecamatan Pare.  (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Sejumlah situs di sekitar Kali Serinjing menjadi bukti peradaban masa lalu. Salah satunya Situs Ringinbudho di Kelurahan/Kecamatan Pare. Tempat yang disakralkan di pusat kota.

Sepanjang aliran Kali Serinjing diketahui masih banyak peninggalan bersejarah. Selain daerah hulu di Kecamatan Kepung, di bagian tengah juga ada sejumlah peninggalan. Bahkan bukti sejarah itu hingga kini masih tetap eksis.

Seperti Situs Ringinbudho di Kelurahan Pare. Di area tersebut menjadi bukti banyaknya peninggalan purbakala yang masih lestari di dekat aliran Sungai Serinjing.

Letaknya yang strategis membuat situs satu ini banyak dikenal masyarakat. Situs Ringinbudho, begitu warga Pare menyebutnya. Terdiri atas dua benda purbakala. Keduanya terletak di bawah pohon beringin. Dua benda tersebut adalah arca Ganesha dan arca Dwarapala.

Untuk menjumpai situs ini sangat mudah. Sebab berada di pusat kota kecamatan. Tepat di Taman Kota Ringinbudho atau Alun-Alun Pare. Tak lebih dari 1 kilometer (km) di utara Kali Serinjing.

Menurut cerita yang berkembang, dua arca ini sejak lama berada di sana. Namun dari hasil observasi ahli sejarah, diperkirakan dua arca yang menjadi salah satu ikon Pare ini tidak di situ. Atau pindahan dari tempat lain.

Tak ada yang tahu secara pasti dari mana arca ini didatangkan. Tetapi dari gaya pahatannya, dua arca yang terbuat dari batu andesit tersebut dibuat dari era Kerajaan Majapahit.

Arca Ganesha ukurannya lebih besar dibanding Dwarapala. Atau arca penjaga gerbang tempat suci kala itu. Namun untuk arca Ganesha bagian mahkotanya sudah terpenggal. Kondisinya sudah tidak utuh.

Begitu juga untuk arca Dwarapala yang terpenggal bagian kepalanya. Arca Ganesha di sini cukup unik. Dengan posisi bersila atau sikap lotus. Meski sudah tidak utuh, namun kondisi ukiran pada arca Ganesha masih cukup bagus. Detail dan motifnya terlihat jelas. Dengan sejumlah hiasan yang ada di bagian sudut-sudutnya.

Masyarakat Pare sering menyebut arca tersebut dengan nama Mbah Budho. Meski sudah kehilangan konteks in situ. Namun sejumlah warga masih meyakini nilai spiritual yang terkandung di dua arca ini.

Itu terbukti dari sesajen yang masih ada di sana. Bahkan tak jarang sejumlah orang masih melakukan semedi di lokasi tersebut. "Biasanya malam Jumat Legi. Ada beberapa orang yang bersemedi di sini," kata Juwanto, warga yang saat itu ada di situs tersebut.

Aktivitas ini menggambarkan masih kentalnya nilai mistis yang ada di Situs Ringinbudho. Apalagi letaknya berada di bawah pohon beringin besar itu. Hingga kini masih belum pasti asal mula situs tersebut. Apakah dari Candi Surowono atau Tegowangi yang lokasinya tak jauh dari sana, belum jelas.

Atau benarkah berasal dari daerah lain? Yang jelas keberadaan Situs Ringinbudho ini menambah keragaman benda purbakala yang masih tersisa di sekitar aliran Kali Serinjing. Mulai dari hulu sampai hilir.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia