Kamis, 29 Oct 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Bawang Merah Terkerek Naik

Lebih Murah Brambang dari Bojonegoro

30 Maret 2019, 11: 06: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang merah naik

BORONG BAWANG: Muswadi, pedagang asal Solo, Jawa Tengah, membeli puluhan karung brambang di Pasar Sukomoro, kemarin. Dia berburu barang murah karena di daerahnya harganya jauh lebih mahal. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Harga bawang merah di Nganjuk merangkak naik selama beberapa harga terakhir. Satu kilogram bawang merah yang sebelumnya maksimal Rp 16 ribu, menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Hal tersebut menyusul minimnya pasokan bawang di pasar.

          Muswadi, 38, pedagang bawang merah asal Solo, Jawa Tengah mengungkapkan, dirinya terpaksa berburu bawang merah ke Nganjuk karena harganya dianggap lebih murah. “Harganya lebih miring,” ujar pria bertubuh kurus itu.

          Lebih jauh Muswadi mengungkapkan, di Solo harga bawang merah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Karenanya, dengan harga Rp 26 ribu per kilogram untuk kualitas sedang, menurutnya masih relatif murah.  

          Tak hanya masalah harga, Muswadi menegaskan, dirinya terpaksa mencari bawang merah ke Nganjuk karena stok bawang di Demak, Jawa Tengah menipis. Kondisi itu pula yang membuat harga bawang merah di Jawa Tengah naik drastis. “Di sini masih banyak,” lanjut pria yang mengangkut bawang merah menggunakan mobil pikap itu.    

          Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Nganjuk Akad mengungkapkan, kenaikan harga bawang merah selama beberapa hari terakhir ini dipicu luasan panenan yang turun. “Mayoritas petani masih menanam,” terang Akad.

          Bawang merah petani mayoritas masih di usia 20 hari hingga satu bulan. Adapun yang panen, menurut Akad mayoritas petani di daerah pinggiran hutan. “Panen raya baru Agustus nanti. Tetapi, stok bawang merah untuk Nganjuk masih aman,” lanjutnya.

          Dia memprediksi tingginya harga bawang merah di Nganjuk tidak berlangsung lama. Dalam beberapa hari ke depan harga akan kembali normal. Sebab, Nganjuk akan mendapat pasokan bawang dari luar daerah.

          Di antaranya dari Bojonegoro yang harganya lebih murah. Yaitu, Rp 18 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram. “Pasti akan banyak bawang merah Bojonegoro yang masuk ke Nganjuk,” tuturnya.

          Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk Heni Rochtanti yang dikonfirmasi tentang harga bawang merah yang naik mengatakan, dirinya belum mendapat laporan. “Dua hari lalu harganya masih Rp 18 ribu per kilogram,” kata Heni.

Untuk memastikan harga bawang merah di Pasar Sukomoro, Heni akan melakukan pengecekan.  Apalagi, harga bawang merah sangat cepat berubah. “Dalam waktu dekat nanti saya akan sidak ke pasar-pasar,” tuturnya sembari menyebut jangan sampai kenaikan harga bawang merah membuat harga sembako naik.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia