Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik
Usut Kalender Capres Berlogo Pemkab

Kalender dari Relawan Pusat Prabowo-Sandi

Akui Sebarkan Ribuan Eksemplar

29 Maret 2019, 13: 45: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Kalender

Share this          

NGANJUK – Asal usul bahan kampanye (BK) berupa kalender pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berlogo Pemkab Nganjuk mulai terkuak. Dari hasil klarifikasi Bawaslu Nganjuk kemarin, dropping kalender tersebut  berasal dari tim relawan pusat Prabowo-Sandi.

          Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk  Fina Lutfiana Rahmawati mengatakan, ada tiga orang relawan Prabowo-Sandi yang dimintai keterangan sekitar pukul 13.00, kemarin. Mereka ikut menyebar kalender bermasalah tersebut. Salah satunya adalah Harun Ishaq, ketua Himpunan Penguasaha Muda Indonesia (Hipmi) Nganjuk. “Hari ini (kemarin, Red) tiga orang sudah kami klarifikasi,” tutur Fina.

          Dari keterangan mereka, lanjut Fina, kalender di-dropping dari relawan pusat Prabowo-Sandi. Jumlahnya sekitar 6.000 eksemplar. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 4.000 eksemplar yang diedarkan. “Yang 2.000 eksemplar belum tersebar,” ungkap perempuan yang membidangi divisi penanganan pelanggaran ini.

          Fina menjelaskan, penyebaran kalender tersebut tidak hanya di sekitar Kecamatan Nganjuk, Bagor dan Sawahan. Sebab, panitia pengawas kecamatan (panwascam) juga melakukan temuan di Kecamatan Tangjunganom, Wilangan dan Berbek. “Di Tanjunagnom ada 100 (eksemplar),” tandasnya.

          Meski ada ribuan yang sudah tersebar, sampai kemarin Bawaslu Nganjuk baru mengamankan sebanyak 24 eksemplar. Rinciannya, di Kecamatan Bagor sebanyak 20 eksemplar, Kecamatan Berbek 2 eksemplar, serta Kecamatan Nganjuk dan Sawahan masing-masing 1 eksemplar.

          Setelah pemeriksaan tim relawan, Fina menegaskan, pihaknya masih membutuhkan keterangan dari pemkab. Rencananya, hari ini mereka diundang ke kantor Bawaslu Nganjuk di Jl Dermojoyo sekitar pukul 10.00. “Untuk melengkapi keterangan,” imbuhnya.

          Sejauh ini, Bawaslu masih perlu mengkaji kesimpulan kasus tersebut. Namun, Fina menegaskan, pihaknya sudah meminta tim relawan Prabowo-Sandi di Nganjuk agar tidak menyebar kalender tersebut. “Untuk sementara, kami minta penyebaran kalender dihentikan,” tegas perempuan asal Desa/Kecamatan Loceret ini.

          Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait peredaran kalender capres 02 berlogo pemkab, Harun Ishaq, relawan Prabowo-Sandi di Nganjuk, membenarkannya. Dia mengaku, mendapatkan kiriman dari relawan pusat pada akhir Februari lalu. “Kalender memang kami yang sebarkan sekitar awal bulan ini,” akunya.

          Hanya saja, menurut Harun relawan di Nganjuk sebenarnya tidak tahu menahu soal logo pemkab yang terpajang di kalender. Sebab, mereka hanya menerima dropping dari relawan pusat. “Setelah saya terima, saya kemudian tawarkan ke teman-teman relawan di sini. Soal logo, kami tidak mengetahuinya,” urai Harun.

          Dia juga memastikan tidak ada unsur kesengajaan dari tim relawan untuk memajang logo pemkab demi kepentingan kampanye. Pasalnya, selain di Nganjuk, kalender itu juga dibuat di kabupaten lain. “Kami mendapat informasi, di kabupaten lain juga ada (logo kabupaten setempat, Red),” terang Harun.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia