Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pemilih yang Marah Awali Simulasi Pengamanan Pemilu di Kediri

‘Kami Tak Takut, Itu Hanya Air!’

27 Maret 2019, 16: 02: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

simulasi pemilu kediri

BRUTAL: Polisi antihuru-hara dari Polres Kediri mencoba menahan gerakan massa yang anarkhis dalam simulasi pengamanan menjelang pemilu di kawasan Monumen SLG, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Seorang calon pemilih mendatangi TPS 11 di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin. Namun, terjadi keributan. Karena calon pemilih itu tidak memiliki kartu pemilih. Karena memaksa dan dilarang petugas, terjadi keributan. Ujungnya, sang pemilih itu memukul petugas TPS.

Adegan itu menjadi awal dari simulasi pengamanan pemilu yang digelar Polres Kediri. Acara yang menjadi rangkaian latihan sistem pengamanan kota (sispamkota) itu berlangsung di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri di kawasan SLG. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 itu dipimpin Kapolres Kediri AKBP Roni  Faisal Saiful Faton.

Setelah terjadi ‘insiden’ pemukulan petugas TPS itu, polisi pun bergerak cepat. Mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Gampengrejo. Namun, permasalahan yang lebih besar muncul setelah proses penghitungan suara. Tiba-tiba muncul aksi yang lebih masif. Ratusan orang bergerak menggelar demonstrasi. Menentang proses penghitungan suara.

polisi pemilu 2019

MEMBARA: Proses pengamanan dalam simulasi. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Keribuatan masa terjadi setelah KPSS selesai melakukan penghitungan suara. Ada salah satu kelompok massa yang berusaha merampas kotak suara. Massa yang tidak puas kemudian mulai berdatangan. Melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU Kabupaten Kediri. Semula, polwan yang bergerak terlebih dahulu untuk menghadang massa. Namun, karena massa yang datang semakin banyak, tambahan pengaman pun datang.

Massa semakin anarkistis. Tidak hanya melemparkan flare namun juga membakar ban. Petugas dengan sigap langusung memdamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sedangkan untuk membubarkan massa, petugas menyemprotkan air dari water canon. “Kami tidak takut, itu hanya air,” teriak peserta ‘demo’ ketika disemprot petugas dengan mobil meriam Air.

Kapolres Roni menjelaskan, terdapat berbagai rangkaian pembentukan pengendali masa (dalmas) yang ditunjukkan dalam simulasi kemarin. Mulai dari tim negosiasi, dalmas awal, dalmas lanjutan, serta tim penindakam massa yang berunjung pada tindakan anarkis. “Tiga hari sebelum hari H, petugas akan melakukan operasi terlebih dahulu,” ujar Kapolres ketika ditemui setelah kegiatan simulasi.

Simulasi sipamkota kemarin  menurut Roni sangat penting dilaksanakan. Karena terkait kesiapan personil dalam menghadapi gangguan keamanan.  Juga untuk memeriksa sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan pemilu 2019.

Sedangka untuk antisipasi yang dilakukan saat pra-pemilu dengan mempertebal lapisan pengamanan.  Juga dengan menambah petugas pengamanan. "Seluruh anggota Polres Kediri kami libatkan. Kami dari Polres Kediri, Kodim 0809 Kediri, serta Brigif akan menjaga semua tempat yang menjadi tempat rawan terjadinya hal yang tidak diinginkan," jelas Roni. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia