Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buntut Penyegelan Perum Delta Sambiresik, Konsumen Tuntut Kejelasan

26 Maret 2019, 17: 46: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

perum disegel satpol

BERMASALAH: Dua bocah  melintas di depan Perum Delta Sambiresik Permai 3 yang disegel Satpol PP karena belum mengantongi IMB. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Drama penyegelan perumahan Delta Sambiresik Permai 3 menimbulkan banyak tanda tanya bagi para penghuninya. Yaitu terkait kejelasan hunian yang akan mereka tempati ke depannya.

Penyegelan perumahan yang berada di Dusun Genengan, Desa Sambiresik, Gampengrejo itu terjadi pada Selasa (19/3) lalu. Penyegelan dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Kediri. Penyebabnya pihak pengembang belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) tetapi sudah membangun separo dari total unit mereka.

Dengan penyegelan itu, para user atau pemesan unit perumahan pun bertanya-tanya dengan nasib hunian mereka. “Kapan IMB akan turun dan segel tersebut dicabut? Kami hanya menuntut kejelasan dan kepastian dari pihak pengembang,” ujar salah satu user yang enggan namanya dikorankan.

Di perumahan tersebut, telah dibangun sebanyak 42 unit rumah pada pembangunan tahap pertama. Sementara itu, sisanya kurang 50 unit lagi yang akan diselesaikan pihak pengembang. Berdasarkan data yang dihimpun, rencananya di perumahan itu akan dibangun hunian sebanyak 92 unit.

User itu mengaku telah realisasi unit dengan pihak pengembang dan Bank Tabungan Negara (BTN) pada Selasa (16/3) lalu. Sedangkan untuk angsuran sendiri telah ia bayarkan sebanyak empat kali. Sekarang, unit miliknya pun telah selesai dibangun namun belum ia tempati.

Ia mengaku percaya dengan pengembang tersebut karena melihat kiprahnya dalam bidang tersebut. “Pengembangnya pernah mendapatkan penghargaan nomor lima terbanyak realisasi pada tahun 2018 lalu,” ungkapnya. Oleh karena itu, dengan kasus terkendalanya IMB di perumahan tersebut membuatnya heran.

Penyegelan itu sendiri tidak begitu saja dilakukan oleh pihak Satpol PP Kediri. Melainkan telah melalui proses panjang sebelumnya. Yaitu telah melalui beberapa peringatan. Namun tetap tak diindahkan oleh pengembang yang ada hingga akhirnya dilakukan penyegelan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satpol PP telah melakukan pembinaan sejak 9 Oktober tahun lalu. Kala itu pihak pengembang pun telah diberikan waktu untuk mengurus IMB. Setidaknya telah ada tiga kali imbauan kepada pengembang untuk segera melakukan pengurusan IMB. Hingga akhirnya dilakukan penyegelan pada Selasa (19/3) lalu.

Pihak Satpol PP sendiri menegaskan setelah dikantonginya IMB, segel akan segera dicabut. Namun selama belum ada IMB, pihaknya akan tetap melakukan penyegelan. Tak hanya itu, proses pembangunan di sana pun harus dihentikan hingga turunnya IMB dan segel dicabut. Dan hingga kemarin, segel di perumahan itu masih melintang. Belum ada tanda-tanda dicabut oleh Satpol PP.

Sementara itu, pihak pengembang berdalih pengurusan IMB sedang berjalan dalam proses. “Insya Allah, dalam minggu-minggu ini akan segera turun IMB-nya. Itu informasi yang saya dapatkan,” aku Direktur PT Mifan Utama Mandiri Andri, pengembang perumahan tersebut.

Andri menegaskan pihaknya akan segera melapor kepada Satpol PP Kediri ketika IMB sudah turun. Sehingga segel yang berada di tengah akses perumahan tersebut bisa dicabut. Selain itu, ada pula sebuah banner penyegelan yang dipaku di salah satu unit di sana.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, kegiatan pembangunan pun terhenti. Tidak ada aktivitas pekerjaan yang dilakukan pengembang sejak tempatnya dilakukan penyegelan. Hanya saja, setidaknya ada dua unit yang telah ditempati user yang bersangkutan.

“Selama pengembang bisa menunjukkan IMB yang mereka miliki, segel akan kita cabut. Pembangunannya pun bisa langsung dilaksanakan lagi,” ungkap Kepala Satpol PP Kediri Agung Joko Retmono.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia