Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tari Kolosal Tandai Hari Jadi ke-1215 Kabupaten Kediri

Momentum agar Lebih Baik Lagi

26 Maret 2019, 16: 42: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

tari kolosal hut kabupaten kediri

FRAGMENTASI: Ratusan penari mengangkat kurungan ayam saat tampil dalam fragmen tari Panji Laras dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri di SLG kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN­ - Puncak perayaan HUT ke-1.215 Kabupaten Kediri berlangsung dengan meriah kemarin. Tari kolosal dengan jumlah penari dan pengrawit yang mencapai 1.215 orang menjadi puncak dari peringatan kemarin.

Peringatan hari jadi Kabupaten Kediri itu digelar di dua tempat. Yang pertama, Bupati Kediri Haryanti memimpin upacara peringatan di halaman belakang kantor Pemkab Kediri. Setelah itu acara berpindah ke lokasi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Yang di antaranya menghadirkan tari masal tersebut.

Menurut Bupati Haryanti, HUT kali ini dimaknai sebagai sebuah start untuk menyongsong hari baru. Tentunya bagi segenap warga Kabupaten Kediri. “Mari kita jadikan perayaan HUT Kabupaten Kediri sebagai momentum untuk lebih baik lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di halaman belakang kantor Pemkab Kediri kemarin pagi.

bupati kediri

KEJUTAN: Bupati Haryanti mendapat buklet bunga dari penari. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Selain dalam rangka bertambahnya usia, momentum itu dirasa pas karena Jawa Timur baru saja memiliki gubernur baru. Yaitu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya hal itu tentu akan membawa sesuatu hal positif yang baru untuk ke depannya.

Oleh karena itu ia mengajak segenap komponen yang ada di Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kinerjanya masing-masing. Sehingga bisa terjalin sinergitas antara pemprov dan pemkab.

“Dengan gubernur baru yang kerjanya ekstra cepat, kita juga harus mengikuti dengan berlari,” imbuhnya.

Meskipun begitu, bukan berarti jalan untuk menuju cita-cita tersebut akan dapat berjalan dengan mulus. Pasti akan ada banyak tantangan dalam meniti jalan tersebut. Oleh karenanya, ia berpesan kepada masyarakat agar terus memupuk persatuan dan kebersamaan. “Kita hindari saja suara-suara hoax itu. Kita tetap jalan dan bekerja,” pesannya.

Selanjutnya rombongan bupati, forkompimda, dan tamu undangan pun langsung bertandang ke kawasan SLG. Di sana, para pengisi acara sudah berkumpul dan mempersiapkan segala yang dibutuhkan. Sekitar pukul 09.30 WIB rangkaian tari masal pun mulai ditampilkan.

Keserasian gerak dan keselarasan dengan alunan musik gamelan pun menjadi suguhan yang indah. Terik matahari tak menjadi halangan bagi para penampil untuk menyuguhkan pertunjukan yang terbaik.

Ada beberapa tari yang ditampilkan. Yaitu tari Hastungkara kemudian dilanjutkan tari pembuka Topeng Panji Gagahan Alus. Selanjutnya ada sajian fragmen tari Panji Laras. Setelah itu, digelar tari masal berjudul Sarinjingku. Pengunjung juga akan disuguhi drama tari Sang Bagawanta Bhari. Fragmen tarian itu menceritakan legenda asal-usul terjadinya sungai dan Prasasti Harinjing.

Mereka secara ritmis mengiringi gerak langkah para penari dengan gamelan. Dalam tarian itu, ada yang menggunakan rinjing sebagai media dalam pertunjukan. Pemkab Kediri ingin menanamkan rasa cinta dan menghargai produk yang anti-polusi pada generasi sekarang.

Para pengisi acara terdiri atas berbagai golongan usia dan kategori. Dari kelompok pelajar jumlahnya mencapai 1.055 penari. Terdiri dari 800 pelajar SD dan 255 murid SMP se-Kabupaten Kediri. Selain itu, ada pula peserta dari anggota sanggar seni yang turut menjadi pengisi acara. Baik sebagai penari maupun pengrawit.

Salah seorang pengisi acara adalah Sendy Eka Safitri. Gadis berusia 12 tahun asal SDN 1 Pagu mengaku sangat bangga bisa tampil di acara tersebut. “Bangga. Bisa ikutan di sini bersama teman-teman yang lainnya juga,” ungkap murid kelas 5 tersebut.

Meskipun digelar pada hari Senin, pertunjukan tersebut tetap mendapatkan animo besar dari masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan para pengujung tetap setia menonton pertunjukan hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia