Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Simpan SS di Bungkus Rokok

Diringkus Polisi saat Hendak Transaksi

26 Maret 2019, 11: 42: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Sabu

PASRAH:Polisi menginterogasi Imam Muklis yang tangannya langsung diborgol setelah kedapatan membawa sabu-sabu Minggu (24/3) lalu. (Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Imam Muklis, 32, harus mendekam di tahanan Polres Nganjuk pada Minggu (24/3) lalu. Pasalnya, pria asal Desa/Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri ini kedapatan memiliki sabu-sabu (SS) total seberat 0,49 gram.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Imam ditangkap di depan kantor Unit BRI Desa Kutorejo, Kertosono sekitar pukul 17.30. “Sebelum menangkap tersangka, kami sering mendapat informasi transaksi narkoba di sana,” ujar Kasatreskoba Polres Nganjuk AKP Sumadi.

          Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Hasilnya, indikasi praktik jual-beli narkoba di sana menguat. Sumadi pun memerintahkan anggotanya melakukan pengintaian di tempat kejadian perkara (TKP) sejak pagi.

          Sekitar pukul 17.30, Muklis datang. Melihat gerak-gerik pria berjaket biru yang mencurigakan itu, tim buser satreskoba langsung curiga. “Anggota saya langsung melakukan penyergapan,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.      

          Saat digeledah, polisi menemukan SS seberat 0,37 gram yang diselipkan di bungkus rokok. “Barang bukti itu ditemukan di celana sebelah kiri,” terang Sumadi.

          Mendapati barang bukti tersebut, polisi langsung mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan. Dia pun mengakui terus terang masih menyimpan SS lain di rumahnya.

Tak mau kehilangan barang bukti, mereka langsung bergerak cepat. Setelah melakukan penggeledahan, polisi menemukan satu poket SS seberat 0,12 gram di plastik klip. “SS-nya disembunyikan di bawah kasur,” bebernya.

          Dari dalam kamar Muklis, polisi juga menemukan seperangkat alat untuk mengkonsumsi sabu-sabu. “Semua barang buktinya kami amankan,” tandas Sumadi.

Dari mana Muklis mendapatkan SS? Ditanya demikian, Muklis mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari Is asal Jombang. SS yang diterimanya lantas dipecah dalam paket kecil-kecil. Selanjutnya, dia sering bertransaksi dengan pemesan di sekitar BRI Desa Kutorejo, Kertosono. “Sekarang kami sedang mencari keberadaan Is. Dia masuk DPO (daftar pencarian orang, Red),” tegas Sumadi.

Akibat perbuatannya, Muklis diancam dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a Undang Undang RI No.35/ 2009 tentang Narkotika. Yaitu, tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, dan menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman dan atau menyalahgunakan Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu. “Untuk barang bukti sabu kami kirim juga ke labfor cabang Surabaya,” tutur Sumadi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia