Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (7)

Monumen Pengingat Jasa Bagawanta Bhari

25 Maret 2019, 17: 03: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

bagawanta bhari serinjing

HAMPIR TERLUPA: Monumen di bantaran Kali Konto, Dusun Bogorpradah, Desa Siman, Kecamatan Kepung yang menandai sudetan awal Kali Serinjing. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Beberapa monumen dibangun untuk penghormatan Bagawanta Bhari. Salah satunya monumen pengingat Hari Jadi Kediri yang nyaris terlupakan.

Monumen penghormatan Bagawanta Bhari paling dikenal adalah Patung Harinjing. Lokasinya mudah dijumpai. Di tengah pertigaan Dusun Pluncing, Desa Siman, Kepung. Patung lainnya ada di halaman Balai Desa Siman yang baru dibuat beberapa tahun silam.

Padahal sebenarnya masih ada monumen lain sebagai pengingat jasa Bagawanta Bhari. Hanya saja namanya belum diketahui pasti. Yang jelas itu jadi tanda tempat tersebut diduga sebagai sudetan awal Kali Serinjing.

Lokasinya memang jauh dari permukiman. Berada di bantaran Kali Konto, masuk Dusun Bogorpradah, Desa Siman. Beberapa langkah dari monumen itu sudah masuk wilayah Desa Pondok Agung, Kasembon, Malang.

Kondisinya kini cukup memprihatinkan. Padahal isi monumen setinggi 5 meter itu sangat bermakna. Menceritakan perjalanan pembangunan kali sudetan Serinjing oleh Bagawanta Bhari dan membendung Kali Konto untuk dialirkan ke Kali Serinjing kala itu.

Ada pula cerita prosesi penganugerahan tanah Sima. Cerita tersebut digambarkan pada relief berbentuk segi lima. Ada di bagian kaki monumen yang dibuat pada 1985 era Bupati Kediri Asmono.

Tak hanya proses pembuatan megaproyek Bagawanta Bhari yang selama ini diabadikan pada Prasasti Harinjing. Relief juga menceritakan kemakmuran zaman dulu dengan sistem bertani.

Pada bagian tubuh monumen berbentuk prisma segitiga itu terdapat plakat atau prasasti bertajuk 'Piagam Penghargaan dan Penghormatan'. Isinya menjelaskan ulasan Prasasti Harinjing. Menandakan lokasi tempat pembangunan dawuhan Serinjing. Mengingatkan lagi mahakarya Bagawanta Bhari. Ditandatangani tepat pada peringatan 1181 tahun Kabupaten Kediri.

Bila tak diperhatikan seksama dari dekat, tulisan dan relief tersebut tidak tampak. Apalagi bagian kaki monumen saat ini penuh rumput dan belukar. Selain itu, monumen yang menghadap ke timur tersebut juga kurang menarik perhatian. Padahal gambaran pengetahuan sejarah yang tertera cukup menarik untuk dikenalkan pada anak usia dini.

Yulia Fitriani misalnya. Sebagai warga Kabupaten Kediri, dia menyayangkan terbengkalainya monumen itu. Menurutnya, monumen tersebut jadi bukti sejarah dan tanda bahwa di sanalah Kabupaten Kediri bermula. "Saya malah baru tahu kalau ada monumen itu. Padahal jika dikenalkan pada anak sekolah sangat menarik," ungkapnya. Meski bukan prioritas, lanjut Yulia, setidaknya pemerintah bisa merawat monumen berusia 34 tahun tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia