Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (6)

Lambang Kemakmuran Jadi Tempat Tiang Bendera

25 Maret 2019, 16: 59: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

yoni desa siman

BERSEJARAH: Yoni lambang kemakmuran yang jadi tempat tiang bendera. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Situs peninggalan purbakala di sekitar aliran Kali Serinjing sangat banyak. Bahkan ada satu peninggalan yang selama ini terabaikan. Sebuah yoni di pertigaan poskamling Dusun Sukabumi yang jadi kini jadi penancap tiang bendera.

Tak banyak yang tahu keberadaan benda bersejarah satu ini. Padahal letaknya sangat mudah dijumpai. Gampang terlihat. Tepat di tepi Jalan Raya Dusun Sukabumi, Desa Siman, Kepung. Depan poskamling daerah tersebut. Hanya beberapa meter di selatan Kali Serinjing. Selama ini mungkin orang mengira bahwa yoni tersebut hanyalah batu biasa. Sebab Yoni tersebut kini berubah fungsinya. Padahal jika di lokasi pemujaan, yoni sangatlah penting. Menjadi inti dari tempat yang disakralkan di zaman dulu.

Keberadaan yoni tersebut tak lepas dari peradaban zaman dulu. Letaknya yang dekat dengan Kali Serinjing sangat mungkin bahwa di daerah tersebut merupakan kawasan pemukiman sekaligus tempat pemujaan. Seperti apa yang disampaikan Novi Bahrul Munib, penggiat budaya ini yang menyebut bahwa sangat mungkin yoni itu masih dalam satu era dengan Prasasti Harinjing. "Kemungkinan yoni ini pindahan dari tempat lain," ujarnya.

Meski demikian, letak yoni saat ini masih dalam satu kawasan dengan penemuan Prasasti Harinjing. Masih dalam satu onderneming Soekaboemi. Letaknya pun di bekas pabrik kopi Sukabumi yang kini telah menjadi pemukiman penduduk. "Dulu era Belanda, penemuan benda bersejarah di perkebunan selalu diletakkan di kantor yang membawahi perkebunan tersebut. Seperti Prasasti Harinjing yang sempat ditaruh di kantor Onderneming Soekaboemi," jelasnya.

Dari cirinya ukuran yoni itu masuk kategori sedang. Dengan cerat yang sudah hilang. Sementara lubang yoni bagian tengah tampak di semen. Diberi pipa sebagai penyangga tiang bendera.

Jika diartikan, dari sejumlah literatur sejarah, yoni menyerupai alat kelamin wanita. Dan merupakan lambang kesuburan pada masa prasejarah. Pada masa perkembangan Hindu, Yoni merupakan simbol dari Dewi Parvati istri dari Dewa Siwa. Yoni adalah tumpuan bagi lingga atau arca. Bersatunya lingga dan yoni adalah pertemuan antara laki-laki (purusa) dan wanita (pradhana) yang merupakan lambang kesuburan, sehingga muncul kehidupan baru (kelahiran).

Oleh sebab itu pemujaan akan lingga dan yoni yang merupakan bersatunya Dewa Siwa dan Dewi Parvati adalah suatu berkah bagi masyarakat masa lampau. Sehingga biasanya lingga-yoni ini diletakkan di wilayah pertanian atau pemujaan para petani kala itu. Tentu hal ini berkaitan dengan kawasan aliran Serinjing yang selama ini dikenal sebagai daerah yang subur. Tak heran kalau di daerah ini banyak ditemukan benda-benda bersejarah bekas pemujaan.

Sebenarnya masih banyak benda lain yang ada. Seperti halnya sejumlah Yoni di Desa Brumbung, utara Kali Serinjing. Untuk penemuan benda bersejarah di sana cukup terjaga. Di kumpulkan di balai desa.

Banyak yang menduga bahwa daerah selatan Serinjing sempat menjadi pusat peradaban zaman dahulu. Namun karena dahsyatnya letusan Gunung Kelud, banyak bukti yang terpendam. Yang jelas keberadaan satu Yoni yang nyaris terlupakan itu menjadi satu tambahan bukti sejarah yang kuat akan kemakmuran kawasan timur Kabupaten Kediri ini.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia