Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Plengsengan Sungai Bodor Ambrol Lagi

Tebing di Tepi Jalan Desa Salamrojo Longsor

25 Maret 2019, 12: 07: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Sungai

BERBAHAYA: Warga nekat memancing di dekat plengsengan sungai Bodor di Desa Kedungombo, Tanjunganom yang ambrol sepanjang sekitar 15 meter. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Plengsengan aliran sungai Bodor di Desa Kedungombo, Tanjunganom, ambrol lagi. Setidaknya ada dua titik plengsengan sepanjang sekitar 15 meter yang rusak setelah debit air di sungai tersebut naik beberapa hari lalu.

          Rizky Firmansyah, 20, warga Desa Kedungombo, Tanjunganom mengungkapkan, ambrolnya plengsengan di desanya terjadi bertahap. Pertama kali plengsengan ambrol pada awal Maret lalu. “Bersamaan dengan meluapnya sungai yang membuat plengsengan ambles,” ujar Rizky.

          Selanjutnya, plengsengan kembali ambrol kemarin. Hingga, plengsengan yang rusak itu sepanjang sekitar 15 meter. Karenanya, warga meminta agar plengsengan yang rusak itu segera diperbaiki. Sebab, jika dibiarkan dikhawatirkan akan membuat jalan desa di dekatnya ikut tergerus.

          Sementara itu, lokasi plengsengan yang ambrol agaknya justru dimanfaatkan warga untuk memancing. Sutrisno, 51, warga Desa Nglaban, Loceret mengaku sengaja memancing di sana karena posisinya bagus. “Sebenarnya takut. Tapi ini tempat yang bagus untuk memancing,” ujarnya.

          Bagaimana jika debit air tiba-tiba naik dan menggerus plengsengan? Sutrisno mengaku sudah hafal ciri-ciri sungai yang akan meluap. Salah satunya, warna air yang semula bening menjadi keruh.    

Terpisah Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono mengungkapkan, ambrolnya plengsengan di Desa Kedungombo, Tanjunganom itu karena kondisi bangunan yang lama. “Karena memang sudah lapuk,” ungkapnya.

Karena plengsengan ambrol akibat faktor konstruksi, Soeko menyebut BPBD segera berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Sebelum plengsengan diperbaiki, Soeko mengingatkan warga sekitar tentang intensitas hujan yang masih tinggi di Nganjuk.

Karenanya, dia meminta warga sekitar untuk berhati-hati. Sebab, dampak terjadinya hujan lebat tidak hanya banjir dan rusaknya tanggul serta plengsengan. Melainkan bisa menyebabkan longsor.

Seperti longsornya tebing di Desa Salamrojo, Sawahan Sabtu (23/3) lalu. Material yang menutup jalan membuat warga bekerja bakti membersihkannya, kemarin.

Tak hanya menutupi jalan, material longsor juga menyumbat saluran irigasi di sana. “Langsung dibersihkan warga bersama relawan,” tandas Soeko sembari menyebut pihaknya sudah memasang rambu tanda bahaya untuk menghindari korban jika ada longsor susulan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia